Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Merokok, Sakit Sakitan, dan Pertumbuhan Ekonomi!

Aris Ananta

28 Agustus 2016

Tidak sehat tak apa apa, karena ekonomi justru terus tumbuh dengan baik. Merokoklah. Jangan kuatir bahwa anda, pasangan anda, keluarga anda, teman anda dan orang lain akan sakit dan sakit sakitan. Ini adalah pengorbanan anda semua demi pertumbuhan ekonomi. Tetapi, siapkah anda menjadi sakit dan sakitan sambil nonton pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan? Itu kah yang anda inginkan dari pembangunan ekonomi? Read the rest of this entry »

Advertisements

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, Uncategorized, , ,

Merokoklah, Demi Pertumbuhan Ekonomi

Pembaca yang budiman,

Merokoklah terus. Sakit dan sakitan tidak apa apa. Anda akan membantu pertumbuhan ekonomi. Demi kesejahteraan industri rokok kita diminta terus merokok. Jangan risaukan sakit dan sakit sakitan, anda pahlawan ekonomi.

Lucu ya? Semoga anda tidak mau menjadi pahlawan ekonomi seperti ini. Kasihanilah diri anda sendiri, pasangan anda, keluarga anda, dan masyarakat Indonesia.

Yuk, kita semua mengikuti gaya hidup sehat. Demi kesejahteraan kita semua. Selain itu, ada bonusnya. Kalau kita sehat, ekonomi akan tumbuh dengan berkelanjutan. Kalau kita sakit sakitan,  kita akan mengalami bencana demografi. Produktifitas turun drastis dan ekonomi juga akan berantakan.

Salam hidup sehat.

Aris

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, Uncategorized, , ,

Industri Rokok: Antara Pertumbuhan dan Kesehatan Masyarakat

Aris Ananta

SEPUTAR  INDONESIA, 23 Maret 2010

Dulu,setiap saya kembali ke Indonesia, begitu memasuki terminal Bandara Soekarno-Hatta, saya segera dihadapkan dengan kepulan asap rokok.

Sembari antre di loket imigrasi, baik orang Indonesia maupun asing seperti berlomba untuk merokok. Namun,sekarang keadaannya sudah amat berbeda. Terminal di Bandara Soekarno-Hatta sudah relatif bebas dari asap rokok. Namun, usaha untuk membersihkan udara kita dari asap rokok perlu terus ditingkatkan. Bandara di seluruh Indonesia–bukan hanya yang berskala internasional–dapat memberikan teladan.

Dua tahun lalu saya makan di salah satu terminal dalam negeri di salah satu bandara di Indonesia. Di ruang itu jelas tertulis “Dilarang Merokok”. Namun, orang dapat dengan tenang merokok di ruang itu. Saya memberitahu seorang pelayan mengenai hal itu. Dan ini jawabnya, “Mereka kan makan,Pak. Jadi, ya mesti merokok.” Read the rest of this entry »

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, , , , , ,



This site contains the writings of Aris Ananta & Evi Nurvidya Arifin. Click here to find out more about them.

We are researchers in the field of demography, social and economic statistics, and economics, focusing on Indonesia and Southeast Asia. Click here to find out more about OUR PUBLICATION .<br

Our research interest is the intersection of:

Categories

Archives

Visitors

  • 120,759

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 93 other followers