Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Mengenang Pribadi dan Pemikiran Widjojo Nitisastro

Pengunjung Mletiko yang budiman,

Beberapa kawan ingin sekali mengetahui pribadi  dan pemikiran Pak Widjojo Nitisastro. Berikut ini usaha saya untuk sedikit bercerita mengenai pribadi  dan pemikiran Pak Widjojo, yang saya kumpulkaan dari beberapa tulisan saya sebelumnya, ditambah dengan beberapa informasi yang belum sempat saya catat.

Silakan membaca tulisan singkat saya mengenai Pak Widjojo di Mengenang Pribadi dan Pemikiran Widjojo Nitisastro

Semoga berguna.

Salam,

Aris

Advertisements

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, , , , , ,

IN MEMORIAM: WIDJOJO NITISASTRO

11  Maret 2012

Pengunjung Mletiko,

Pak Widjojo Nitisastro, seorang ekonom-demografer yang telah mengubah paradigma pembangunan Indonesia di tahun 60-an, telah mendahului kita. Wafat pada tanggal 9 Maret 2011 yang lalu, pada usia 84 tahun.

Terlampir sedikit tulisan saya mengenai beliau dan pemikiran beliau di  InMemorianWidjojoNitisastro

Semoga bermanfaat.

Salam,

Aris Ananta

Tulisan terkait:

Widjojo Nitisastro: Perombak Paradigma Pembangunan

Widjojo Nitisastro and Changes to Development Paradigm

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, Uncategorized, , , , , , , ,

Perusakan Hutan dan Pertumbuhan Ekonomi

Aris Ananta

23 Desember 2011

Di Jakarta Post tanggal 23 Desember tertulis

“President Susilo Bambang Yudhoyono has warned international green
groups not to meddle in the country’s domestic affairs, saying that
their campaigns against forest destruction could hamper his
government’s efforts to lift people out of poverty.”

Kampanye melawan perusakan hutan akan merugikan usaha mengurangi kemiskinan? Benarkah Presiden RI percaya hal itu? Kemiskinan siapa? Kemiskinan pembabat hutan?

Presiden juga mengatakan “…..it was impossible for the government to meet the
demands by international NGOs to stop all palm oil companies from
operating in Indonesia, as it would destroy both the economy and the
livelihoods of many people”

Kalau kita memakai paradigma pertumbuhan ekonomi, apa yang dikatakan oleh Presiden memang tepat sekali.  Mungkin Presiden belum merasakan dampak langsung dari kerusakan hutan, dan kerugian yang diakibatkan dari perkebunan kelapa sawit.

Revolusi  paradigma pembangunan memang harus segera dilakukan, kalau generasi ini tidak mau dicatat sebagai generasi yang ikut memusnahkan lingkungan hidup semata demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

Mari kita renungkan kembali paradigma pembangunan kita. (*)

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, , , , , , ,

PARADIGMA-BARU PEMBANGUNAN EKONOMI*

Aris   Ananta

Depok, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 13 Desember 2011

Selama ini setiap laporan perekomian selalu dimulai dengan statistik  yang berkaitan dengan pendapatan nasional (GDP).  Contohnya, berapa persen pertumbuhan ekonomi, berapa pendapatan per kapita? Kemudian, bagaimana meningkatkan ekspor dan investasi asing agar pertumbuhan ekonomi meningkat dengan cepat?

Selain itu, sering muncul perdebatan apakah perbaikan lingkungan hidup mengganggu pertumbuhan ekonomi, apakah pelaksanaan good governance, termasuk pelaksanaan demokrasi, mengganggu pertumbuhan ekonomi.  Apakah usaha meningkatkan status kesehatan masyarakat bertentangan dengan usaha mempercepat pertumbuham ekonomi?

Dalam paradigma baru, yang saya tawarkan, kita membalik cara berpikir ini.  Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan perkapita bukan tujuan pembangunan ekonomi. Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan per kapita sekedar salah satu  alat untuk mencapai tujuan pembangunan.  Pertumbuhan ekonomi merupakan alat yang penting, namun bukan satu satunya alat.  Dengan kata lain,   pertumbuhan ekonomi  bukan pengukur tujuan pembangunan. Read the rest of this entry »

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, poverty, statistics, , , , , , , , , ,

Indonesia Harus Berani Ubah Paradigma Pertumbuhan

Bisnis  Indonesia, 13  Desember  2011

 

DEPOK: Publik di  Indonesia harus mempelopori revolusi paradigma pembangunan di dunia, dengan tidak lagi menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan, melainkan alat untuk menciptakan tata kelola yang baik, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Hal tersebut diungkapkan Senior Research Fellow Institute of Southeast Studies Singapore Aris Ananta dalam diskusi ekonomi yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, hari ini.
“Saya harap Indonesia berani mengubah paradigma pembangunan ekonomi. Bukan revolusi turun ke jalan, lewat facebook  atau twitter,  tapi revolusi pemikiran,” ujar Aris.
Dia mengkritik pola pengajaran ilmu ekonomi di seluruh dunia yang selalu menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan suatu negara. Sementara itu asumsi lainnya, seperti kemiskinan, pengangguran, good governance, dan kelestarian lingkungan hanya dijadikan bagian dari pada pembentukan PDB.
Baca selengkapnya  Indonesia Harus Berani Ubah Paradigma Pertumbuhan

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, poverty, statistics, , , , , , , , , , , , ,

Paradigma Ekonomi Cenderung Untungkan Pemodal

Jurnal Nasional, 14  Desember  2011

 

Pembangunan perekonomian Indonesia semesti lebih menitik beratkan keberpihakan kepada masyarakat miskin. Kesimpulan ini dirangkum dalam konferensi pers Indikator Ekonomi Baru yang berlangsung di Universitas Indonesia.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Aris Ananta menilai paradigma ekonomi di Indonesia cenderung menguntungkan pemodal dan tidak memihak masyarakat miskin. “Tujuan pembangunan Indonesia adalah membangun manusia yang sejahtera. Tetapi yang terjadi sekarang malah sebaliknya,” ucapnya dalam konferensi pers Indikator Ekonomi Baru di Depok, Selasa (13/12).

Menurut dia, dalam paradigma ekonomi sekarang ini, pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai tujuan pembangunan. Padahal indikator pertumbuhan ekonomi hanya satu alat untuk mencapai pembangunan manusia yang sejahtera.

 

Baca selengkapnya   Paradigma Ekonomi Cenderung Untungkan Pemodal

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, poverty, statistics, , , , ,

Paradigma Pembangunan Ekonomi Dinilai Salah

Koran  Jakarta, 14 Desember 2011

DEPOK – Telah terjadi kesalahan paradigma dalam pembangunan ekonomi Indonesia, yakni menganggap pertumbuhan sebagai tujuan. Padahal, pertumbuhan hanyalah salah satu alat untuk mencapai pembangunan. “Seharusnya, paradigma yang dikembangkan adalah pembangunan ekonomi yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat,” kata Guru Besar FEUI Aris Ananta dalam acara “Research Day” FEUI di Depok, Selasa (13/12).

Baca selanjutnya di  Paradigma Pembangunan Ekonomi Dinilai Salah

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, statistics, , , , , ,



This site contains the writings of Aris Ananta & Evi Nurvidya Arifin. Click here to find out more about them.

We are researchers in the field of demography, social and economic statistics, and economics, focusing on Indonesia and Southeast Asia. Click here to find out more about OUR PUBLICATION .<br

Our research interest is the intersection of:

Categories

Archives

Visitors

  • 142,284

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 93 other followers