Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Susu Sapi Berbahaya untuk Tulang Manusia

Mletiko, 2 November 2014

Pembaca yang budiman,

Tadi pagi, isti saya bercerita bahwa seorang kawannya mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang. Tulang tulangnya sakit. Sesungguhnya, usia 50 masih terlalu muda untuk menderita penyakit seperti itu.

Kebetulan saya barusan membaca TIME dalam edisi terbaru, 31 Oktober 2014. Biasanya kita percaya bahwa susu sapi bagus untuk tulang manusia. Namun, laporan TIME itu menyebutkan adanya penelitian terbaru yang meragukan manfaat susu sapi. Bahkan, penelitian itu mengatakan bahwa susu sapi justru berbahaya untuk tulang manusia, dan mempercepat penuaan kita.

Kalau hasil penelitian ini benar, kita harus cepat cepat menggurangi atau menghentikan konsumsi susu sapi dan semua makanan/ minuman yang menggunakan susu, termasuk keju. Mungkin teman itu perlu berhenti mengkonsumsi susu sapi dan semua makanan/ minuman yang menggunakan susu sapi.

Mungkin, para orang tua perlu berhenti minum susu sapi agar proses penuaan dan pengeroposan tulang dapat diperlambat. Yang muda pun perlu berhenti minum susu, agar ketika mereka tua, tulang mereka masih tetap kuat.

Biarlah susu sapi diminum oleh anak sapi saja.

Salam,

Aris Ananta

Advertisements

Filed under: ageing, Bahasa Indonesia, Demography, ,

Daging Sapi dan Kesehatan Rakyat

Aris  Ananta

Mletiko, 3 Februari 2013

Menurut  Kompas, 3  Februari 2013, harga daging sapi Indonesia termahal di dunia. Di Indonesia, harga daging sapi kira kira 90 ribu rupiah per kilogram. Di negara lain hanya sekitar 40 ribu.  Bagaimana caranya menurunkan harga ini?

Cara yang paling sederhana, lakukan kampanye untuk tidak mengkonsumsi atau mengurangi konsumsi daging sapi secara drastis. Para pengusaha yang berkaitan dengan daging sapi pasti marah marah karena keuntungan mereka akan berkurang. Namun, pengurangan konsumsi daging sapi secara drastis akan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kalau masih berminat mengkonsumsi daging sapi, ya tak apa, tetapi jumlahnya harap dikurangi. Apalagi harga amat tinggi, carilah konsumsi makanan lain yang lebih murah dan menyehatkan.

Saat harga daging sapi yang tinggi  ini dapat dijadikan kesempatan bagi  penduduk Indonesia untuk mengubah pola konsumsi ,  dengan mengurangi secara drastis konsumsi daging sapi. Semoga kita semua tambah sehat. (*)

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, Uncategorized, , ,

FOOD SECURITY: Suatu Cara Pandang

Pengujung Mletiko yang budiman,

 

Presiden telah menginstruksikan bahwa Indonesia harus dapat menghasilkan surplus 10 juta ton beras di tahun 2014. Terlampir power point (yang telah sedikit saya revisi) berjudul “Food Security: Suatu Cara Pandang” yang saya presentasikan sebagai salah satu keynote di workshop berjudul “Workshop Systems Modelling untuk Kebijakan Prioritas Nasional: Menuju Surplus 10 juta ton beras di 2014”. Jakarta: UKP4, 25 Februari 2012.

Karena terlalu besar, file saya bagi dua menjadi Food Security Suatu Cara Pandang – 1 dan Food Security Suatu Cara Pandang – 2

 

Semoga berguna.

 

Salam,

 

Aris

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, poverty, statistics, , , , , , , , ,

SELAMAT TINGGAL PERTUMBUHAN

Aris   Ananta

Untuk  KOMPAS, 13  Juni 2011

            Era Baru telah tiba! Tanggal 24 Mei 2011  perkumpulan negara maju yang bertujuan memajukan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, mendeklarasikan  Indeks Kebahagiaan.

           Luar biasa.Suatu revolusi besar dalam kebijakan ekonomi yang selama ini  bertumpu pada pertumbuhan ekonomi. Lebih hebat lagi, deklarasi dilakukan oleh  Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)yang amat bergengsi. Sejak organisasi ini didirikan tahun 1961, pertumbuhan ekonomi selalu menjadi  ukuran  utama keberhasilan perekonomian and sosial.

            OECD secara resmi menyatakan selamat tinggal kepada pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan pendapatan bruto kotor/GDP) sebagai pengukur pembangunan. Mereka memperkenalkan Your Beter Life Index, suatu indeks pengganti produk domestik bruto (pendapatan nasional). Read the rest of this entry »

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, statistics, , , , , , , , , , ,

BEBAN EKONOMI PENGEROPOSAN PENDUDUK

Aris   Ananta

Untuk SEPUTAR  INDONESIA, 11 Januari 2011

Tahun yang baru tampaknya tidak selalu disertai kegembiraan. Ketika saya mengucapkan ”Selamat Tahun Baru”, seorang kawan menjawab dengan kurang bersemangat. Kawan ini berusia sekitar 50 tahun.

Dia masih tampak sehat. Pekerjaannya pun baik. Namun, dia mengeluh. Dia sekarang cepat letih, pendengaran kurang jelas, dan sering sakit ”ringan”. Kata dokter, itu karena usianya. Kawan ini kemudian meneruskan ”Tahun Baru, usia bertambah, kesehatan menurun. Saya tampak sehat, tetapi sedang mempersiapkan diri dalam proses pengeroposan, kesehatan saya akan makin menurun dan menurun makin cepat.” Kata saya dalam hati, ”Semua makhluk hidup pasti menjadi tua dan mati. Namun, sebelum ajal, apa yang terjadi pada kita? Apakah kita akan mengalami pengeroposan dan benar-benar keropos sebelum akhirnya benar-benar selesai tugas kita di dunia ini? Siapa yang akan mengurus dan membiayai kita yang makin keropos?” Read the rest of this entry »

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, , , , , ,

Pembangunan Tanpa Pendapatan Nasional?

11 Januari  2011

Para Pengunjung Mletiko yang baik,

Mungkinkah kita mengukur pembangunan nasional tanpa menggunakan statistik pendapatan? Menurut UNDP (United Nations Development Programme), memang mestinya begitu.

HDI (Human Development Index) selama ini diukur dengan tiga komponen: pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. Namun, dalam Human Development Report 2010, UNDP juga menghitung HDI tanpa pendapatan. Dengan kata lain HDI hanya dihitung dari kesehatan dan pendidikan. UNDP berpendapat bahwa pendapatan hanyalah sarana, bukan tujuan,  dalam mencapai tujuan pembangunan.   Ini revolusi pemikiran ekonomi yang besar.

Selengkapnya, dapat dibaca tulisan berikut ini.

http://hdr.undp.org/en/humandev/lets-talk-hd/

Untuk mendapatkan Human Development Report 2010  secara lengkap dan gratis, silakan click

http://hdr.undp.org/en/reports/global/hdr2010/

Baca juga  https://mletiko.com/2011/01/11/beban-ekonomi-pengeroposan-penduduk/

Selamat menikmati.

Salam,

Aris Ananta

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, , , , , , ,

TARGET DAN KEBIJAKAN PEREKONOMIAN INDONESIA

Aris  Ananta

Untuk SEPUTAR  INDONESIA, 5 Januari 2011

 

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan perekonomian Indonesia tumbuh antara 7–8% per tahun dalam periode 2010–2020. Hal yang dimaksud Presiden adalah bahwa pendapatan nasional akan tumbuh rata-rata 7–8% per tahun selama periode tersebut.

Mungkinkah target itu tercapai? Atau, target itu terlalu rendah untuk dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran? Atau, target itu justru terlalu tinggi? Ada yang mengatakan target itu sudah optimal. Jika targetnya lebih tinggi, perekonomian Indonesia akan terlalu ”panas”. Artinya, inflasi akan makin tinggi. Sekarang pun sudah ada kekhawatiran bahwa inflasi  akan makin tinggi.

Read the rest of this entry »

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, statistics, , , , , , , ,



This site contains the writings of Aris Ananta & Evi Nurvidya Arifin. Click here to find out more about them.

We are researchers in the field of demography, social and economic statistics, and economics, focusing on Indonesia and Southeast Asia. Click here to find out more about OUR PUBLICATION .<br

Our research interest is the intersection of:

Categories

Archives

Visitors

  • 141,475

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 93 other followers