Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Jakartaku Nan Indah

Aris Ananta, 16 Januari 2017

 

Ini bukan ulasan ilmiah. Sekedar ngobrol, berbagi perasaan. Hampir 2 tahun aku kembali hidup di Indonesia, khususnya Jakarta. Persisnya mulai tanggal 5 Februari 2015. Tiga hari kemudian, rumah direndam banjir. Air masuk rumah hampir setengah betisku. Tiga hari air baru mulai menyusut. Di luar rumah masih di kepung air. Kami bahkan sempat membeli sayur dan buah di “sungai apung”, jalanan yang menjadi sungai tetapi tukang sayur sudah berani jualan dan kami pun sudah bisa keluar rumah dengan menerobos air.

Banjir sudah jadi “nasib” Jakarta tiap tahun. Aku putuskan kembali ke Jakarta dan sudah pasrah dengan nasib ini. “Hanya setahun sekali”, kata seorang keponakanku. “Seperti berkemah,” kata seorang anakku. Aku hanya bisa senyum kecut mendengar komentar anak anak muda ini.

Namun, “nasib” memang berubah. Tahun 2016 bebas banjir. Kalau pun ada air tergenang karena hujan, air surut dengan cepat. Kalau dulu aku selalu was was akan banjir bila awan sudah gelap sekali, kini aku lebih tenang. Aku tahu, tak akan banjir seperti dulu lagi. Tak perlu bingung menaikkan kursi, dan perabot rumah tangga lagi. Kendaraan tak akan mogok di jalan.  Semoga Jakarta terus makin bebas dari banjir. Genangan air akan hilang. Jakarta akan menjadi contoh kota kota lain di Indonesia dan di negara berkembang lain.

Sungai dan danau dibenahi. Semoga suatu saat, sungai dan danau di Jakarta dapat menjadi daerah wisata dan penyangga persediaan air penduduk Jakarta.

Bukan hanya soal banjir dan air. Dua tahun hidup di Jakarta, aku juga merasakan berbagai perbaikan lain. Lalu lintas masih macet, tetapi kami kini aku makin sering menjumpai titik titik yang lancar. Fasilitas di “busway” makin baik. Para orang tua dan cacat mendapat perhatian yang ramah dari petugas. Busway memang tidak mengurangi kemacetan, tetapi telah banyak membantu penduduk Jakarta dalam mobilitas mereka sehari hari, dengan harga terjangkau. Busway membantu mengurangi rasa ketidak adilan.

Di saat aku memberikan kuliah, hampir tiap hari aku naik KRL (kereta listrik). Biayanya murah karena mendapat subsidi dari pemerintah. Belum senyaman MRT di Singapura, tetapi sudah amat bagus. Menghindar dari kamacetan. Para penumpang yang masih muda pun sering dengan gesit memberikan tempat duduk ke penumpang yang sudah lansia, ibu hamil, orangtua dengan anak anak. Memang, di jam jam tertentu penumpang berjubel, seperti halya di MRT Singapura ketika di jam jam berangkat dan pulang kantor.

Turun dari kereta di stasiun Universitas Indonesia. Aku berjalan kaki menerobos hutan kampus. Nikmat sekali. Segar. Tiba di kampus FEB. Sering saya berkeringat. Tetapi tak apa, saya membawa ganti baju. Indah sekali. Siap mengajar dengan segar.

Tempat tempat yang rawan dengan kriminalitas makin sedikit jumlahnya. Aku terpesona melihat betapa santainya penduduk Jakarta bermain HP di tempat umum, bahkan di sepeda motor… walau itu berbahaya. Di bus, di kereta, di mana saja, orang ber- HP. Bahkan membawa komputer ke mana mana. Betapa amannya Jakarta saat ini.

Aku juga senang dengan makin banyaknya tanaman di tempat umum. Mengurangi stress di jalan raya.

Tempat bebas dari asap rokok juga makin banyak. Kalau pun masih ada yang merokok, mereka biasanya sudah merasa bersalah, kalau ditegur.

Birokrasi pemerintah? Wah.. beda banget. Birokrasi pemerintah makin efisien. Kami merasakan efisiensi dan profesionalitas para petugas di birokrasi pemerintahan.

Ah.. masih banyak lagi yang aku lihat. Tetapi, catatan ini aku akhiri di sini saja. Sedikit renungan dari 2 tahun aku kembali hidup dan bekerja di Jakarta. Jakartaku yang indah dan akan makin indah. Semoga di hari hari dan tahun tahun ke depan Jakartaku akan terus makin indah.

Filed under: Bahasa Indonesia, jakarta



This site contains the writings of Aris Ananta & Evi Nurvidya Arifin. Click here to find out more about them.

We are researchers in the field of demography, social and economic statistics, and economics, focusing on Indonesia and Southeast Asia. Click here to find out more about OUR PUBLICATION .<br

Our research interest is the intersection of:

Categories

Archives

Visitors

  • 114,872

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 93 other followers