Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

APA BEDA QUICK COUNT DAN REAL COUNT?

Aris Ananta

Mletiko, 10 Juli 2014

Ada 12 lembaga survey yang melakukan quick count. Sebagian besar (8) menyimpulkan bahwa Jokowi-JK adalah pemenang dalam pilpres dengan persentase sekitar 52,5 persen. Prabowo-Hatta mendapatkan sekitar 47,5 persen. Sisanya, yang 4, memberikan angka yang menunjukkan Prabowo-Hatta sebagai pemenang, dengan angka hanya sekitar 50,9 persen.

Beberapa teman bingung dengan hasil ini. Mana yang benar? Saya katakan, kita harus melihat integritas lembaganya. Pengalaman mereka bagaimana. Siapa yang membiayai.

Menurut pengamatan saya, 8 lembaga pertama adalah lembaga survey yang mempunyai integritas dan menghasilkan ketepatan yang tinggi. RRI misalnya, memberikan angka yang amat amat mirip dengan hasil KPU dalam pemilhan legislatif April yang lalu. Mereka juga tidak mendapatkan pembiayaan dari kubu mana pun. Di pihak lain, seperti dikatakan oleh Prabowo, survey yang memberikan angka yang lebih tinggi pada Prabowo Hatta adalah survey internal Prabowo, survey yang dipesan dan dibiayai oleh Prabowo.

Dengan pengalaman saya mengamati hasil quick count selama beberapa pemilu, saya berpendapat bahwa Jokowi JK memang pemenangnya. Hasil KPU tak akan jauh berbeda dengah hasil 8 lembaga survey pertama tadi.

Nah, apa itu quick count dan real count?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diterangkan bahwa kita juga punya exit poll. Survey ini dilakukan dengan mewawancari orang yang barusan memberikan suara. Apa yang responden katakan pada exit poll dapat berbeda dengan apa yang benar benar ia pilih di bilik suara. Mungkin juga mereka tidak mau memberikan jawaban di exit poll tetapi mau memberikan pilihan di kotak suara. Ini kelemahan exit poll. Keuntungannya, hasil dari exit poll bisa lebih awal dari quick count.

Quick count dan real count berdasarkan “kenyataan”. Setelah pemilu selesai, di tiap TPS diadakan pencacahan secara manual. Pencacahan di lakukan secara terbuka, disaksikan publik dan saksi dari dua kubu. Dalam quick count, ada petugas yang mencatat hasil dari cacah manual itu. Para petugas quick count mengambil sampel dari pencacahan manual itu. Hasil kemudian dikirim secara digital dengan cepat ke pusat pengolahan. Mereka biasanya melakukan dengan multi-stage sample untuk menjamin “representativeness” sampel.

Lembaga survey biasanya memilih dan melatih petugas yang mempunyai integritas, kejujuran, yang melaporkan angka sesuai apa hasilnya, tidak boleh berpihak.

Real count berdasarkan semua data yang ada. Bukan hanya sampel. Data dihitung dari tiap TPS, lalu berjenjang ke tingkat nasional. Kelebihan real count adalah karena dia menggunakan semua data. Kelemahannya, adalah karena dikerjakan secara manual dan bertingkat tingkat. Dalam proses yang panjang ini kecurangan dapat dengan mudah terjadi. Misalnya, ada suara yang tidak dilaporkan. Ada suara palsu. Intervensi dari pihak luar dapat pula terjadi. Proses yang panjang dan melibatkan jumlah petugas yang amat banyak (dibanding dengan quick count) juga dapat menjadi ajang kecurangan karena sulitnya menjamin kejujuran setiap petugas.

Namun, melihat pengalaman yang lalu, KPU selalu berhasil mengumpulkan data dengan baik. Semoga, kali ini pun demikian. Semoga kali ini KPU juga dapat mencegah terjadinya intervensi pihak luar, mencegah kecurangan.

Tanpa adanya intervensi pihak luar, tanpa adanya kecurangan, kemungkinan besar hasil dari KPU akan mirip dengan hasil dari 8 lembaga survey. Jokowi-JK akan mendapatkan sekitar 52,5 persen dan Probawo-Hatta sekitar 47,5 persen. Berarti, Jokowi-JK akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara resmi.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Untuk tulisan lain yang berkaitan dengan statistic, silakan baca Kebohongan Statistik.

Filed under: Bahasa Indonesia, , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 89 other followers

%d bloggers like this: