Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Pernyataan Pak Hashim yang Melegakan

Mletiko, 4 Juli 2014

Pak Hashim yang baik,

Mungkinkah di sisa kampanye ini Pak Prabowo dengan tegas menjelaskan bahwa Non Muslim bukan musuh orang Islam, bahwa orang Tionghoa adalah juga orang Indonesia, bahwa Indonesia akan tetap menjadi negara Pancasila, negara yang warna-warni dan tetap satu.

Saya mengenal Bapak sebagai pribadi yang terbuka dan pluralis, walau kita jarang bertemu. Saya lega sekali mendengar pernyataan Bapak, sebagai adik Pak Prabowo, bahwa Pak Prabowo juga seorang pluralis. Bahwa Bapak, dan juga Pak Prabowo, hidup di keluarga yang pluralis. Bapak orang Kristen, Ibunda Bapak dan Pak Prabowo orang Kristen, Kakak Bapak juga orang Kristen. Bahwa Pak Prabowo akan menjaga Indonesia sebagai negara Pancasila. Bapak juga mengatakan bahwa Pak Prabowo mendapat dukungan kuat dari kelompok Non Muslim. Bahwa Pak Probowo akan melindungi semua golongan.

Saya percaya sekali pada pernyataan Bapak, karena saya juga mahasiswa ayah Bapak, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, guru besar yang sangat saya kagumi.

Namun, di lapangan, saya masih amat sering mendengar kampanye yang mengatakan bahwa Pak Jokowi adalah orang Kristen atau orang Tionghoa. Mereka juga mengatakan bahwa Jokowi didukung orang Non Muslim. Kampanye ini menggambarkan orang Tionghoa dan orang yang bukan Muslim sebagai orang yang jelek dan musuh Indonesia. Mereka mengatakan kalau Pak Jokowi menang, kepentingan orang Islam akan tidak dilindungi. Maka, mereka mengatakan jangan dukung Pak Jokowi. Mereka menyatakan dukungan pada Pak Prabowo.

Menariknya, para pendukung Pak Prabowo tidak peduli sama sekali bahwa Pak Prabowo juga mendapat dukungan kuat, termasuk dukungan keuangan, dari Non Muslim dan orang Tionghoa.

Kampanye semacam ini merupakan pendidikan politik yang memecah-belah bangsa atas nama agama dan suku bangsa. Sikap yang mengadu orang atas nama agama dan suku bangsa ini akan terus membekas setelah pemilu selesai. Orang akan terus saling curiga, antara Muslim dan Non Muslim, antara Tionghoa dan Bukan Tionghoa. Ini adalah kampanye yang sangat tidak sehat.

Sekali lagi, mungkinkah di sisa kampanye ini Pak Prabowo dengan tegas menjelaskan bahwa Non Muslim bukan musuh orang Islam, bahwa orang Tionghoa adalah juga orang Indonesia, bahwa Indonesia tetap menjadi negara Pancasila, yang warna warni dan tetap satu.

Saya sangat berharap bahwa puasa kami akan membawa rahmat untuk semua umat manusia, apa pun agama dan suku bangsanya.

Terimakasih banyak Pak.

Salam,

Aris Ananta

Filed under: Bahasa Indonesia, , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 89 other followers

%d bloggers like this: