Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

MENGAPA SAYA PILIH JOKOWI?

Aris Ananta

Mletiko, 24 Juni 2014

Saya memilih Jokowi sebagai presiden Indonesia karena:

1. Apa yang dia kerjakan keluar dari lubuk hatinya. Dia tidak pura pura.
2. Dia orang jujur. Dia akan memberantas korupsi. Tak ada agama yang membenarkan korupsi.
3. Dia orang sederhana, yang biasa jalan kaki dan naik sepeda, tahu penderitaan dan suka cita rakyat di bawah.
4. Dia suka blusukan. Jangan kaget kalau tiba tiba Pak Jokowi mampir di rumah anda ketika ia sudah jadi presiden.
5. Dia memahami persoalan bangsa. Dan dia berbuat, bertindak, secara professional.
6. Dia sangat manusiawi. Menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, bukan kekerasan.
7. Dia menjunjung tinggi hak azasi manusia.
8. Dia anti pada diskriminasi atas nama jenis kelamin dan usia.
9. Dia anti pada diskriminasi atas nama agama dan suku bangsa
10. Dengan tubuhnya yang krempeng, dia mampu berbuat tegas dan cepat.

Saya memilih Pak Jokowi juga karena orang orang di sekitarnya. Orang orang di sekitar Pak Jokowi adalah orang orang yang santun, penuh etika, cerdas, sederhana, mau bekerja keras, dan tegas.
Orang orang di sekitar Pak Jokowi adalah juga orang orang yang tidak memainkan isu agama dan suku bangsa.

Semoga kita semua tidak terpancing dalam kebencian antar agama/ kepercayaan dan suku bangsa.

Marilah kita ujudkan Indonesia yang Hebat, Indonesia yang Damai, Indonesia yang Santun. (*)

Baca Juga

Pak Jokowi, Selamat Ulang Tahun

Filed under: Bahasa Indonesia, , , ,

3 Responses

  1. Retno Setyowati Gito D says:

    11. Karena Jokowi memiliki budi pekerti yang baik, bekti pada orang tua(saat ini tinggal ibunda, karena ayahanda telah wafat), ngrengkuh(membimbing dan guyub) kepada adik2nya.
    12. Tidak neko neko, rumah dan perabotan rumah tangganya pun secukupnya tidak berlebihan
    (saya adalah tetangga belakang rumah pak Jokowi di jSumber RT 8/ Rw7, Surakarta

    • mletiko says:

      Bu Rento, terimakasih banyak. Sebagai tetangga, Bu Retno tahu benar siapa Pak Jokowi. Kehidupan sehari harinya. Kepribadian itu penting sekali dalam menjalankan program untuk masyarakat. Pemimpin yang sederhana akan berusaha keras menghemat belanja, dan menghilangkan korupsi.

      • suwito says:

        Pidato calon presiden di mana-mana selalu berusaha menonjolkan dirinya ketimbang bagaimana mengatasi masalah yang sesungguhnya. Mereka berusaha mengiklankan dirinya supaya terpilih, seakan “tanpa dia” negara ini tidak bisa maju atau bahkan menjadi damai.

        Padahal negara tak mungkin menjadi baik (adil, tanpa korupsi dst) jika dipimpin oleh orang yang lebih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang kepentingan masyarakat.
        Siapapun presidennya, harusnya semua orang mendukung rencana yang mulia demi kepentingan masyarakat banyak.
        Debat capres atau proses pemilihan presiden kali ini sangat menarik, karena banyak kritikan dari satu pihak ke pihak lain, baik antar capres sendiri maupun antar para pendukungnya. Sindiran itu akan menjadi perbaikan pada masa mendatang, siapapun presidennya.

        Ide-ide yang baik akan saling dipakai pada masa mendatang. Bukankah ‘cara blusukan’ yang dilakukan oleh Pak Joko Wi juga ditiru oleh mereka yang lain? Bukan cara ‘sok tegas’ Pak Prabowo juga ditanggapi baik oleh Pak Joko Widodo dengan menunjukkan dirinya bahwa dia juga bisa bersikap “tegas” ketika harus menghadapi gangguan kedaulatan negara. “Kita bikin rame”, katanya.

        Secara pribadi, Pak Joko Widodo lebih menarik. Beliau tidak ganteng, tapi ramah dan terkesan tidak emosional. Semoga beliau tidak terbawa oleh arus ego untuk menonjolkan diri. Semoga beliau lebih peduli kepada masyarakat dan berpikir bagaimana membuat masyarakat menjadi ramah lingkungan dst.

        Bukankah kalau mereka sudah ramah lingkungan otomatis semuanya akan berjalan dengan harmonis? Beribadah pun akan terasa lebih lancar bukan?

        Bagaimana dengan Pak Prabowo? Mampu kah beliau mengubah karakteristiknya yang kelihatan “kaku”, “kurang senyum”, “kereng” dst supaya lebih menarik simpatisan masyarakat dan menepis catatan sejarah kelam yang banyak dibicarakan orang? Keramahan, kalau perlu ikut blusukan, merakyat, ga usah “sok tegas” , ga usah peduli “pencitraan” atau bukan, tentu akan bisa menepis isu bahwa dulu beliau adalah militer yang tidak disiplin, juga menepis isu bahwa beliau dulu adalah penculik atau pelanggar HAM paling mengerikan setelah Indonesia merdeka.

        Kalau Pak Prabowo bisa, siapapun presidennya, negara ini akan menjadi baik.

        Tapi, daripada susah, biar bagaimanapun, saya pribadi lebih baik memilih kepada Pak Joko Widodo. Boleh kan?

        Maturnuwun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: