Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Kurangi Konsumsi Beras untuk Mengekspor Beras?

29 Februari 2012

Pengunjung Mletiko yang budiman,

 

Pemerintah mencanangkan target pencapaian surplus 10 juta ton beras di tahun 2014. Salah satu kebijakan untuk mencapai target ini adalah dengan diversifikasi konsumsi pangan. Khususnya, orang Indonesia harus  dapat mengurangi konsumsi beras.

 

Pagi ini saya mendengar pemerintah berpendapat bahwa pengurangan  konsumsi beras akan menurunkan harga beras. Pemerintah kemudian berargumentasi bahwa akan terjadi surplus beras dengan harga murah. Kemudian, beras dapat diekspor.

 

Saya bingung,  ketahanan pangan dalam hal beras bertujuan untuk ekspor beras?

 

Mungkin ada sumbangan pemikiran dari pengunjung Mletiko.

 

Salam,

 

Aris

Filed under: Uncategorized

14 Responses

  1. beras adalah makanan pokok orang indonesia.jika memang harus mengurangi konsumsi beras,surplus tersebut tidak harus diekspor.banyak masyarakat yang jauh lebih membutuhkan beras-beras tersebut ketimbang harus diekspor.pemerintah seharusnya malu jika masyarakatnya kelaparan dilumpung padinya sendiri.menurut saya “cukupkanlah dulu kebutuhan dalam negeri,penuhi hak-hak rakyat,sejahterahkan dulu masyarakat indonesia”

    terima kasih🙂

  2. Pak Aris, sebenarnya saya tidak setuju dengan pengurangan konsumsi beras untuk mengekspor beras.
    apakah kita bisa mengurangi jatah makan kita dalam sehari?
    sebenarnya yang seharusnya dilakukan pemerintah kita adalah memberikan bantuan kepada para petani kita agar bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah.di negara kita, petani dianggap identik dengan orang yang miskin.pada kenyataannya, petani memang belum tentu dapat menikmati hasil panen mereka.
    pemerintah lah yang seharusnya berperan untuk memberi penyuluhan maupun bantuan bagi para petani yang gagal panen.bukan hanya membuat kebijakan semata.

    Salam,

    Wahid

    • mletiko says:

      Pak Wahid,

      Semoga berita bahwa penduduk Indonesia diminta mengurangi beras agar Indonesia dapat mengekspor beras ternyata salah.

      Tetapi, hal semacam itu terjadi di batubara. Kita ekspor batubara, tetapi masih banyak daerah yang kesulitan listrik. Lagi pula, di masa depan, anak anak kita, apakah masih dapat menikmati batu bara kita?

      Salam,

      Aris

      • Pak Aris,
        Iya Pak.sebenarnya pemerintah harus mencari solusi dari kurangnya produksi beras dalam negeri,bukan hanya impor beras dari luar negeri.bantuan sangat diperlukan bagi para petani, dari segi pupuk maupun bibit yang berkualitas.masa ini para petani sulit untuk mendapatkan pupuk dengan harga murah dan bibit yang berkualitas dengan harga murah.pemerintah seharusnya memberikan bantuan dengan cara menyediakan sesuatu yang dibutuhkan petani untuk mendapatkan hasil panen yang berlimpah, bukan hanya membuat kebijakan semata tetapi bukti nyata.
        Dalam hal batu bara Pak Aris, pemerintah seharusnya memberikan arahan untuk kita memanfaatkan batu bara kita sendiri daripada kita harus ekspor, agar seluruh penduduk Indonesia dapat menikmati kekayaan kita sendiri.tetapi harus bijak agar anak cucu kita dapat merasakan kekayaan alam kita

        salam,

        Wahid

  3. bagimana mau ekspor beras petani sekarang (disumatera) lebih memilih tanam kelapa sawit dan karet dari pada beras karena hasilnya lebih menguntungkan

  4. nila kartika ningrum says:

    Pak Aris, menurut saya kebijakan pemerintah tersebut ada segi positif dan negatifnya. Positifnya jelas menambah pendapatan negara dan akan menguntungkan negara nantinya, tapi segi negatifnya jika konsumsi beras harus dikurangi maka kemungkinan akan banyak yang kelaparan. Bahkan saat ini saja ada masyarakat di suatu daerah yang menganggap bahwa beras adalah barang mahal, sehingga mereka sehari-hari makan ketela/ubi atau yang lainnya. Dengan melihat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang masih terperangkap di lembah kemiskinan seharusnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan penduduknya dulu.
    Ekspor bisa dilakukan dengan barang ekspor lain.

    • mletiko says:

      Bu Nila,

      Sebagian ekonom dan pejabat negara kita melihat pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi. Selanjutnya, mereka berpendapat, bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Indonesia harus memacu ekspor dan investasi asing (FDI – foreign direct investment).

      Sudah saatnya kita mengubah paradigma ini. Pertumbuhan ekonomi tetap penting. Kalau perekonomian tidak bertumbuh, kita juga tidak dapat maju. Namun, pertumbuhan ekonomi haruslah dilihat sebagai alat untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang lebih utama.

      Menurut saya, ada tiga tujuan utama pembangunan. Ketiga tiganya sama pentingnya, yaitu People Centred Development, Environmentally Friendly Development, and Good Governance. Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu (bukan satu satunya) alat penting untuk mencapai ketiga tujuan ini.

      Oleh sebab itu, peningkatan ekspor dan investasi asing harus pula dilihat seperti ini “Apakah kenaikan ekspor dan investasi asing ini meningkatkan pencapaian people centred development, environmentally friendly development, dan good governance?”

      Dalam soal beras. Apakah ekspor beras akan membuat penduduk Indonesia lebih sehat dan pandai, lebih mudah bergeak dan berkurang rasa takut, lingkungan menjadi lebih bersih, dan korupsi berkurang?

      Mohon membaca beberapa tulisan saya mengenai paradigma pembangunan di mletiko. Sesungguhnya, hampir semua tulisan saya di mletiko mengenai pembangunan ekonomi berlatar belakang paradigma pembangunan dengan tiga tujuan tersebut.

      Salam,

      Aris

  5. Purwanti F3611078 (D3 KP B) says:

    Pak Aris,menurut saya kurangi konsumsi beras untuk mengekspor beras itu suatu kebijakan pemerintah yang positif,tapi itu bagi orang-orang yang sudah berkecukupan dalam hal pangan.Tapi di Indonesia ini masih banyak masyarakat kita yang dalam soal pangan saja masih sulit,bahkan sering terjadi kasus kelaparan.Melihat kondisi itu pemerintah harusnya mengurungkan niat untuk ekspor,lebih baik beras tersebut disalurkan kepada masyarakat yang kekurangan pangan.Setelah pangan di Indonesia tercukupi,baru pemerintah merealisasikan target tersebut.

  6. paramita30 says:

    Pak Aris, menurut saya, kebijakan pemerintah yang mengekspor bahan mentah entah itu minyak bumi, batubara, dan sekarang beras, kebanyakan bersifat sesaat, tidak berkesinambungan dan hanya menguntungkan beberapa kalangan tertentu saja. Seperti yang Bapak bilang, beberapa daerah tetap belum ada sambungan listrik, penduduknya lapar, dan yang saya lihat, sebagian besar rakyat yang masih menganggur lalu menjadi TKI baik legal ataupun ilegal.

    salam,
    Paramita

    • mletiko says:

      Yang membuat kebijakan semacam ini bukan hanya pemerintah Indonesia, tetapi juga banyak pemerintah di dunia. Juga banyak ekonom menganjurkan hal semacam ini. Ketika saya belajar teori ekonomi, saya memang banyak belajar bagaimana meningkatkan pendapatan nasional. Teori ekonomi memang juga membahas tingkah laku secara life cylcle — yang tidak hanya konsumsi dan produksi saat ini, tetapi juga konsumsi dan produksi masa depan. Teori ekonomi juga membahas penyusutan kekayaan.

      Sayangnya, ketika saya dan banyak teman teman lain belajar teori ekonomi, tekanan lebih banyak ke arah bagaimana menaikkan pendapatan nasional. Ilmu Ekonomi Makro memang memusatkan pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

      Sebenarnya, kalau kita mempelajari dan menerapkan teori ekonomi dengan lebih bijaksana, kita akan dapat menghasilkan kebijakan ekonomi yang lebih baik. Yang salah bukan pejabatnya, tetapi cara pengajaran ekonomi di berbagai fakultas ekonomi di Indonesia dan negara lain. Yang juga perlu diubah adalah penulisan buku teks ekonomi, yang sebagian besar digunakan di dunia.

      Salam,

      Aris

  7. rossi eka hapsari (kp B) says:

    pak aris, menurut saya ekspor bisa dilakukan dengan barang lain,, karna beras adl kebutuhan pokok,, untuk apa mendapatkan uang kalau negeri kita bakal kekurangan pangan..

  8. MEGA NOVIA NITA (F3611056) KP B says:

    Pak Aris, sebaiknya kita mengetahui dulu apakah benar pemerintah akan mencanangkan kebijakan tersebut terhadap warga Indonesia,,? Kalaupun hal itu benar, dan akan dilaksanakan di tahun 2014, saya fikir itu tidak akan bisa terealisasi, Sebaiknya pemerintah harus berfikir ulang atas rancangan tersebut, karena masih banyak rakyat indonesia yang belum tercukupi atas jumlah beras, tetapi kenapa kita sebagai rakyat harus mengurangi jumlah konsumsi beras. Menurut pendapat saya, sebaiknya pemerintah memberikan anggaran terhadap para petani untuk menggunggulkan hasil dari pertanian tersebut, atau pemberian bibit dan pupuk untuk para petani. Agar hasil beras tersebut dapat dinikmati dan diperjualbelikan di Indonesia, secara tidak langsung pendapatan nasional kita akan bertambah karena adanya peningkatan konsumsi di Indonesia.

    Terima kasih

    MEGA N.N

  9. nonik agustina ( kp B ) says:

    beras adalah
    sebuah barang yang vital bagi setiap warga indonesia , kenapa pemerintah harus mengambil kebijakan dengan mengurangi jumlah beras yang beredar dimasyarakat
    kita saja , penghasil beras
    masih banyak orang indonesia dan anak anak bangsa kelaparan dan busung lapar , pemerintah malah sibuk memikirkan cara mencapai surplus 10 jt ton beras ditahun 2014 ,
    adakah cara pengganti atau alternatif yang lebih bisa kita gunakan
    jika beras kita di ekspor keluar negeri , dan kita dikurangi konsumsi beras

  10. Muhammad Fadly KP B ( f3611059 ) says:

    pak aris
    menurut saya kebijakan mengurangi beras itu tidak akan membantu untuk mengurangi harga beras di pasaran.masa indonesia yang dikenal sebagai negara agraris harus mengurangi tingkat konsumsi beras?
    seharusnya penduduk indonesia bisa memanfaatkan sebaik mungkin lahan yang ada di wilayahnya.selain itu pemerintah juga harus aktif di lapangan untuk menertibkan pembangunan yang ada di indonesia.lahan yang seharusnya dijadikan sebagai media tanam padi di komersialkan untuk dijadikan bangunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: