Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

BATU BARA UNTUK SIAPA?

Aris  Ananta

 

Untuk Mletiko, 10 September 2011

 

Pemerintah, melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tanggal 25 Agustus 2011 membuat keputusan untuk meningkatkan jatah produksi batubara bagi pasar domestik. Jatah ini naik dari  78,97 juta ton di tahun 2011 menjadi 82.,7 juta ton di tahun 2012, yang diperkirakan sebesar kira kira 25.0 persen dari seluruh produksi batu baru di Indonesian di tahun 2012.

Perusahaan pertambangan batu bara tampak tidak senang dengan keputusan ini. Mereka berebut untuk dapat mengekspor sebanyak banyaknya. Mereka ingin menikmati harga dunia yang jauh lebih mahal daripada harga dalam negeri.

Di sisi konsumen dalam negeri, suplai dalam negeri yang lebih besar berarti harga batubara yang lebih rendah.  Biaya produksi dalam negeri yang lebih murah. Konsumen juga menikmati barang yang lebih murah. Inflasi turun. Maka, dari sisi penggunaan batu bara di dalam negeri, kuota yang jauh lebih besar akan menguntungkan mereka, dan menurunkan inflasi di Indonesia.

Mana yang lebih penting, inflasi yang lebih rendah atau ekspor batubara yang meningkat?

Lagipula, kalau batubara terus diekspor dan kemudian habis, bagiamana dengan kebutuhan dalam negeri di masa depan? (*)

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: