Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Perdebatan Gaji PLRT Indonesia di Singapura

Aris  Ananta

 

Untuk MLETIKO , 26 Februari 2011

 

Saat ini masalah PLRT (Penata Laksana  Rumah Tangga –pembantu rumah tangga) asing, khususnya dari Indonesia memang sedang makin ramai dibicarakan di Singapura, apalagi tidak lama lagi Singapura akan menyelenggarakan pemilihan umum. Seperti dimuat dalam  Meningkatkan Kesejahteraan PLRT di luar negeri” dan “Ketergantungan pada PLRT (Pembantu Rumah Tangga), 17 agen penempatan PLRT di Singapura telah mengusulkan kenaikan gaji PLRT dari Indonesia. Usulan ini mendapat banyak tantangan, termasuk tuduhan bahwa para agen melakukan tindakan yang tidak kompetitif, karena mereka telah menggunakan kekuatan oligopolistik untuk menentukan harga.

Hari ini, The Straits Times, koran berbahasa Inggris di Singapura, edisi 26 Februari 2011, melaporkan bahwa Ketua   Associaton of Employment Agencies memberikan jawaban terbuka atas berbagai kritik pada usulan mereka untuk menaikkan gaji PLRT dari Indonesia. Ia mengatakan bahwa Singapura bukanlah negara tujuan yang menarik untuk PLRT dari Indonesia, karena adanya batasan usia yang diberikan oleh pemerintah Singapura, persyaratan harus dapat berbahasa Inggris, dan makin banyaknya ijin untuk membuka agen penempatan di Singapura.

Maka, Ketua perkumpulan agen penempatan PLRT  tersebut mengatakan bahwa hukum penawaran dan permintaan telah berlaku.  Kesejahteran PLRT dari Indonesia harus dinaikkan karena perubahan pasar dan kecenderungan gaji (di pasar internasional). Untuk dapat menarik lebih banyak PLRT dari Indonesia, ia  berpendapat bahwa para PLRT harus diberi gaji yang lebih tinggi. Ketua itu juga  mengatakan bahwa mereka telah mengusulkan undang undang agar PLRT tidak menanggung semua beban  pengiriman mereka dari Indonesia hingga ke Singapura.  Para majikan harus menanggung sebagian biaya ini. Tetapi, mereka mengatakan bahwa mereka telah gagal dalam memperjuangkan hal ini.

Pengalaman saya bertemu PLRT dari Indonesia memang memperlihatkan bahwa mereka yang relatif bahagia bekerja di Singapura adalah mereka yang sudah matang, pandai, dan tahu hak hak mereka. Mereka juga dapat mengurangi risiko “pemerasan” ketika mereka berangkat dari atau pulang ke Indonesia. Oleh sebab itu, situasi di negara penerima seperti Singapura ini merupakan kesempatan baik bagai pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk hanya mengirimkan PLRT yang berkualitas—yang matang, pandai, bertanggung-jawab, tahu dan berani mempertahankan hak hak mereka. Tentu saja mereka harus mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.  Pemerintah Filipina juga terus berusaha meningkatkan kualitas PLRT yang mereka kirimkan, seperti antara lain tertulis di Perbenturan Kepentingan Ekonomi Antar Negara

Para majikan tentu tidak akan keberatan membayar lebih mahal, karena mereka juga mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Pemerintah Indonesia dan negara penerima (dalam hal ini Singapura) juga akan bergembira karena jumlah dan kualitas perselisihan antara PLRT Indonesia dan majikan di Singapura akan makin sedikit.  (*)

 

 

 

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, international migration, migration, , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 89 other followers

%d bloggers like this: