Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

MULAI 1 JANUARI EKSPOR DAN IMPOR MENINGKAT DRASTIS!

Aris  Ananta

Untuk Seputar Indonesia, 28 Desember 2010

Mulai 1 Januari 2011, ekspor dan impor kita  AKAN  meningkat luar biasa! Akibatnya, pendapatan nasional kita juga akan melonjak cepat. Apa yang terjadi? Apakah ada peningkatan volume ekspor dan impor? Terjadi kenaikan harga barang? Mungkin saja itu penyebabnya.

Namun, ada sebab lain atas peningkatan ekspor dan impor yang luar biasa ini. Penyebab itu adalah peraturan menteri keuangan yang dikeluarkan pada November lalu. Sesuai peraturan tersebut, mulai 1 Januari 2011 setiap barang, termasuk barang pribadi, yang dibawa penduduk Indonesia ke luar negeri diperlakukan sebagai ekspor dan semua barang yang dibawa penduduk Indonesia ke Indonesia diperlakukan sebagai impor.

Kalau kita menghadiri seminar di luar negeri dan membawa komputer, dengan peraturan ini kita telah mengekspor komputer kita, walau kita tidak menjualnya. Kemudian, saat komputer itu kita bawa pulang, komputer milik kita itu telah kita impor ke Indonesia. Dengan demikian, dalam perjalanan menghadiri seminar di luar negeri, kita paling tidak telah mengekspor dan mengimpor komputer milik kita sendiri. Demikian juga dengan kamera, telepon seluler (ponsel), baju, buku, tas, sepatu, dan seterusnya.

Kalau benar bahwa semua hal ini diperlakukan sebagai ekspor dan impor, volume ekspor dan impor kita tentu akan melonjak drastis. Penghitungan pendapatan nasional juga akan naik dengan cepat sekali. Luar biasa! Yang menjadi lebih rumit lagi adalah membuktikan bahwa barang yang kita impor (bawa dari luar negeri) adalah barang kita sendiri (yang kita ekspor). Jika kita tidak dapat membuktikan bahwa barang yang kita impor adalah yang juga kita ekspor, kita harus membayar bea masuk. Hal ini kecuali jika nilainya lebih kecil dari USD250.

Kalau kita membawa jas bagus ke luar negeri, jas bagus itu dapat kena bea masuk kalau petugas bandara Indonesia tidak dapat diyakinkan bahwa kita telah mengekspor jas bagus tersebut. Jangan-jangan, kita dicurigai telah membeli jas bekas (walau masih bagus) di luar negeri. Karena itu, waktu kita meninggalkan Indonesia, kita perlu membuat daftar mengenai semua barang yang kita ekspor dan mendapatkan persetujuan dari petugas bandara.

Dengan daftar ini kita tidak akan mengalami kesulitan menerangkan bahwa kita sebenarnya telah mengimpor barang yang telah kita ekspor. Dengan kata lain, setiap orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri, bahkan yang hanya untuk berpariwisata, belajar, dan berobat, akan melakukan kegiatan ekspor dan impor. Di sisi lain, dengan dibebaskannya pembayaran fiskal mulai 1 Januari 2011, jumlah penduduk Indonesia yang akan keluar negeri pun akan meningkat.

Artinya, peningkatan ekspor dan impor pun akan terjadi dengan makin luar biasa! Bagaimana dengan orang asing? Kita tidak akan ganggu mereka. Sebab, mereka akan memasukkan uang mereka ke Indonesia. Dulu mereka juga tidak membayar fiskal, sekarang pun mereka tidak akan terkena bea masuk. Barang pribadi yang mereka ekspor ke Indonesia juga tidak kena pajak. Mereka juga tidak perlu diperiksa agar kunjungan mereka ke Indonesia tetap nyaman. Bukankah mereka tamu kita? Kita perlu membuat mereka senang agar mereka sering mengunjungi Indonesia dan meningkatkan pendapatan nasional kita.

Sebaliknya, penduduk Indonesia tidak perlu dibuat nyaman di bandara sendiri. Sebab, penduduk Indonesia harus rela berkorban demi peningkatan pendapatan nasional. Karena itu, kita perlu berhatihati melihat statistik ekspor dan impor kita dan pendapatan nasional setelah 1 Januari 2011. Kita harus menilai jumlah kenaikan ekspor dan impor serta pendapatan nasional kita terjadi gara-gara peraturan tadi. Kalau tidak teliti, kita akan mendapat gambaran yang salah dari data statistik ekspor dan impor serta pendapatan nasional kita.

Peraturan ini tampaknya dibuat untuk menambah sumber keuangan pemerintah dan mengganti sumber keuangan dari pembayaran fiskal. Mulai 1 Januari 2011, semua penduduk Indonesia tidak lagi harus membayar fiskal untuk pergi ke luar negeri. Itu merupakan kehilangan sumber keuangan yang besar untuk pemerintah. Pemerintah meniadakan pembayaran fiskal antara lain karena desakan masyarakat internasional, termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN. Masyarakat Ekonomi ASEAN telah menyepakati adanya perdagangan bebas di seluruh ASEAN.

Artinya, tak akan ada pajak ekspor, pajak impor, subsidi ekspor, dan subsidi impor. Karena pembayaran fiskal merupakan pajak bagi penduduk Indonesia yang ke luar negeri, maka pembayaran fiskal tidak sesuai dengan tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Namun, pengenaan bea masuk seperti yang disebutkan dalam peraturan menteri keuangan itu tentu juga akan berbenturan dengan prinsip Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah kita sepakati. Bagaimana pemerintah kita akan menghadapi reaksi dari Masyarakat Ekonomi ASEAN? Mungkin saja kita tidak akan menghiraukan negara lain.

Mungkin saja kita tidak akan menggubris kritik dari dunia karena kita ingin meningkatkan produksi domestik dalam negeri. Kita ingin menolong produsen kita. Konsumen Indonesia harus rela membayar mahal dengan kualitas yang sering lebih rendah, demi majunya produksi dan perekonomian Indonesia. Karena itu, konsumen Indonesia memang luar biasa, pahlawan ekonomi! Benar, konsumen Indonesia adalah pahlawan ekonomi.

Bayangkan, di kala dunia mengalami krisis luar biasa, perekonomian kita tetap tumbuh, bahkan mencapai 4,5% pada 2009. Hal ini sebagian besar karena jumlah konsumsi dalam negeri yang luar biasa. Karena itu, dengan kehebatan ini, konsumen Indonesia diminta untuk terus meningkatkan perannya sebagai pahlawan ekonomi. Hal ini dengan rela membeli barang dalam negeri yang lebih mahal dan bisa jadi lebih jelek. Konsumen Indonesia perlu rela menderita demi peningkatan pendapatan nasional.

Tampaknya, konsumen Indonesia harus sabar dan melupakan hak asasinya, hak untuk mendapatkan barang dan jasa yang murah dan bermutu. Konsumen Indonesia harus bersabar sebelum kita mempunyai slogan “Aku Cinta Konsumen Indonesia”. Masyarakat Indonesia harus sabar, mau berkorban, dan rela menunggu hingga perekonomian kita benar-benar tumbuh cepat sebelum mereka dapat menikmati hasil pertumbuhan tersebut.

Sampai kapan? Semoga ini hanya mimpi buruk belaka.(*)

Tulisan terkait  Konsumen Dalam Negeri Harus Mengalah?

Tulisan lain yang berkaitan dengan pemahaman statistik ekonomi Indonesia:

* Berapa Banyak Orang Miskin di Indonesia?

* Memahami Statistik Ekonomi: Pendapatan Per Kapita 2010

* Will Indonesia Be the World’s Fifth Largest Economy?

A Return of the Feared  Population Explosion in Indonesia?

Perlukah Angka Pengangguran Diturunkan?

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, statistics, , , , , , , , , ,

2 Responses

  1. suwito says:

    Hebat, artinya impor akan menjadi lebih mudah. Kelak, banyak pengusaha Indonesia yang ingin mengimpor barang tidak perlu mengurus ijin impor berbelit, cukup diselesaikan di bandara. Sebuah ide yang sangat menarik! Mungkin pemerintah berpikir, mungkin dengan cara ini barang akan masuk ke Indonesia dengan lebih murah. Mereka memotong mata rantai yang begitu panjang. Rantainya cukup ada di bandara saja. “Overweight” dan bayar “pajak impor instan” mungkin bisa ditawar. Jadi, plus biaya tiket, itung-itung juga mungkin jauh lebih murah dan yang pasti akan jauh lebih cepat daripada menjalani birokrasi panjang pengurusan impor. Tiap orang Indonesia akan bisa menjadi pengimpor. Hebat, hebat sekali!
    Dan…., Selamat datang barang impor murah ke Indonesia!

  2. maknthkrpsi says:

    kita lihat pelaksanaannya nanti saja. di indo kan banyak oknum, gampang, disogok aja.
    tapi barang pribadi? …
    sekalian orang diindo gak usah pergi ke luar negri,yang udah diluar negri gak usah balik kampung. buat saja seperti korea utara. biar rakyatnya bodoh dan berpikiran sempit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 89 other followers

%d bloggers like this: