Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

MEMBAWA INDONESIA LEWAT APA?

Evi Nurvidya Arifin

Mletiko, 29 November  2010

“Mbak, ada apa ke India?” Demikian pertanyaan seorang teman  ketika dia tahu saya akan ke New Delhi.

“Saya akan menghadiri konferensi APA.”

”Apa mbak?”

”Saya mau menghadiri dan presentasi di konferensi APA yang pertama.”

“ Konferensi apa, Mbak?”

“Ya, konferensi APA.”

Teman saya tambah bingung karena jawaban saya selalu tidak memuaskan. Jawabnya selalu ”apa”, padahal teman saya itu bertanya konferensi apa yang akan saya datangi. Jawab saya selalu ”apa”.

Ya… APA singkatan dari Asian Population AssociationAsian Population Association (APA) merupakan sebuah perkumpulan profesional yang berkecimpung di bidang demografi di negara-negara Asia. Asia sebagai benua terbesar yang menguasai lebih dari 60% penduduk dunia terutama karena keberadaan China, India dan Indonesia sebagai 3 negara berpenduduk terbesar di dunia. Hampir 4 milyar penduduk dunia berdomisili di Asia.

APA bertujuan untuk membangun kesadaran yang lebih besar akan keragaman yang di miliki Asia, serta membangun kerjasama diantara  para cendekiawan. Selain itu APA bertujuan untuk mempromosikan penelitian, berbagi pengetahuan, membangun kapasitas institusi kependudukan di Asia, advokasi dan dialog kebijakan untuk memajukan agenda-agenda pembangunan di Asia.

APA terdaftar di Bangkok dengan sekretariat berada di bawah naungan College of Population Studies, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.

Informasi lebih lengkap mengenai APA bisa didapatkan websitenya (http://www.asianpa.org).

Konferensi APA yang pertama baru saja selesai, diselenggarakan tanggal 16-20 November 2010 di New Delhi, India.  Berikut ini topik yang dibicarakn dalam konferensi ini:

  • Fertility Levels, Trends, Determinants and Policies
  • Mortality, Longevity and Health
  • Infant and Child Health
  • Reproductive Health
  • International Migration
  • Internal Migration and Urbanization
  • Population Ageing and Intergenerational Relations
  • Labour Force, Employment and Education
  • Adolescents Life Course in Asian Countries
  • Environment and Population
  • Poverty and Development
  • Household, Marriage and Family
  • Population Projections, Demographic Methods, Data Related Issues
  • Gender Issues, Social Norms and Son Preference

Adapun sub-topik yang dibahas selama konferensi terbagi ke dalam 58 sesi. Bagi yang penasaran mengetahui lebih jauh 58 sub-topik tersebut, informasinya bisa didapatkan di alamat berikut ini: http://www.2010apaconference.org/home, klik di Final Programme.

Pengurus Baru periode 2011-2012

APA baru saja berhasil membentuk Second Council yang akan bertugas dalam periode 2011-2012 sebagai berikut:

President: Mohammad Jalal Abbasi-Shavazi (IRAN)

Vice President: Terence H. Hull (AUSTRALIA)

Secretary General: Socorro Gultiano (PHILIPPINES)

Treasurer: Vipan Prachuabmoh (THAILAND)

Council members (urut abjad)

Barkat-e-Khuda (BANGLADESH)
Bhakta Gubhaju (NEPAL)
Mui Teng Yap (SINGAPORE)
Purushottam Kulkani (INDIA)
Ryuichi Kaneko (JAPAN)

Bagaimana menjadi anggota APA?

Untuk menjadi anggota, biaya keanggotaan sebesar US$25 per tahun.  Mahasiswa penuh waktu yang sedang menyelesaikan master ataupun doktorat membayar biaya keanggotaan yang lebih murah.

Sebagai warga negara Indonesia, negara ketiga berpenduduk terbesar di Asia, partisipasi anda membawa Indonesia ke kancah internasional sungguh dinantikan. Bergabunglah dengan kami. Kunjungi website APA di http://www.asianpa.org, dan bergabung (Join APA).

Indonesia dalam APA Pertama

Inilah isu-isu yang dibahas sehubungan dengan kependudukan Indonesia di APA Pertama New Delhi (urut abjad penulis pertama):

Challenges facing national policymakers in low-fertility Asian countries: The case of Indonesia. Adrian C. Hayes

The methods assessment of household consumption data quality. Ardi Adji, S. Rachmad

The economics impact of tsunami in Aceh–Indonesia. Ardi Adji, Sri H. Rachmad

The consistency of population data: Comparison between the Census Civil Registration System. Ardi Adji, Sri H. Rachmad

Poverty in democratizing Indonesia. Aris Ananta, Evi Nurvidya Arifin

Mothering from abroad: Transnational family life of Indonesian migrant domestic workers in Hong Kong. Ekawati Sri Wahyuni, Sri Setiawati.

Internal migration pattern and local development in Indonesia. Ekawati Sri Wahyuni.

Older persons’ labour market: An Indonesian case. Evi Nurvidya Arifin

Migration and earning: The impact of the earnings’ gap on decision to migrate of labour in Indonesia. Hasnani Rangkuti.

Millenium Development Goal five on maternal health in Indonesia, 2007. Irma Ardiana, Gouranga Dasvarma

STI/HIV Health Treatment Behaviour: Evidence from the 2009/10 The Greater Jakarta Transition to Adulthood Survey. Iwu Dwisetyani Utomo, Terence Hull, Peter McDonald and Anna Reimondos.

What are they learning? Lessons about reproductive health in Indonesian primary and secondary school textbooks. Iwu Dwisetyani Utomo, Peter McDonald, Terence Hull, Ida Rosyida, Tati Hartimah, Nurul Ilmi Idrus

Work ability and empowerment of older Persons in Indonesia. Lilis Heri Miscicih

The Socio-Economic Circumstance of Acehnese : Prior to and Post Tsunami Attack. Sri H. Rachmad, Dendi Handiyatmo, Ardi Adji, Sri M. Sasongko.

How women empowerment contributes to population development programmes? Hon. Dr. Sumarjati Arjoso, MP, Indonesia

Is passing the national exam destiny? Rethinking the importance of reproductive health education for young people in Papua and West Papua Provinces, Indonesia. Wienta Diarsvtri, Terry Hull, Iwu Dwisetyani Utomo, Peter McDonald, Teresa Neeman.

Tulisan terkait

*Megatren Demografi Indonesia

* A Return of the Feared Population Explosion in Indonesia?

*Reorientasi Program Keluarga Berencana Indonesia?

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, , , , , ,

4 Responses

  1. Sri Hartini Rachmad says:

    tks sharing nya mbk Evi. slm

  2. SUGIHARDJO says:

    Makasih mbak infonya. Mudah-mudahan dengan adanya APA membangkitkan kembali minat semua pihak untuk memikirkan kependudukan di Indonesia, lebih-lebih para penentu kebijakan

    • mletiko says:

      Pak Sugi,

      Ajak teman teman lain untuk ikut di APA, agar analisis demografi Indonesia makin bergairah, dan bermanfaat untuk pembuat kebijakan.

      Salam,

      Aris

  3. ardi adji says:

    terimakasih bu, semoga teman2 di Indonesia lebih memahami ilmu demografi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: