Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

HUJAN LEBAT, TETAPI TIDAK BANJIR!!!

Aris  Ananta

Singapura,  31 Juli 2010

Banjir di Jakarta, walau tidak hujan lebat pun, sudah bukan berita menarik. Baru menjadi berita bila tak ada banjir setelah hujan lebat di Jakarta.  Namun, Singapura tak mau kalah.  Di halaman pertama Berita  Harian, surat kabar berbahaya Melayu Singapura,  hari ini (31 Juli 2010) tertulis judul berita “Hujan Lebat… Lega Tidak Banjir”, beserta foto yang memperlihatkan pedagang di Orchard Road yang kemarin (30 Juli 2010) bersiap-siap menghadapi banjir lagi. Mereka antara lain meletakkan kantong berisi pasir di depan toko mereka.

Kemarin pagi, ketika saya keluar rumah, jam 8 pagi, cuaca memang amat mendung, walau tidak gelap seperti ketika terjadi banjir di Orchard Road bulan Juni yang lalu. Namun, saya sudah sangat kuatir bahwa tidak lama kemudian cuaca akan menjadi gelap, dan hujan lebat akan terjadi lagi.  Untung saya segera mendapat taksi menuju Furama City Center. Kemarin saya mengajar mengenai population ageing di suatu pelatihan di Furama City Center. Karena berada di ruang tertutup, saya tak tahu apa yang terjadi di luar. Ternyata, seperti dugaan saya, di luar hujan lebat.

Ketika makan siang, salah seorang peserta kaget sekali ketika melihat gambar banjir di teve. Saya pun kaget. “Banjir lagi?”.  Ternyata, cerita lama. Ternyata, Singapura lolos dari banjir kemarin pagi.

Seperti diberitakan oleh The Strait Times, surat kabar berbahasa Inggris Singapura, (31 Juli 2010) seorang staf di Wendy’s juga sempat risau melihat hujan di pagi hari kemarin.  Saat “Banjir Orchard”, Wendy’s adalah satu satu korban. Kemudian tanggal 17 Juli yang lalu, ketika Wendy’s sudah sedikit dibuka,  Wendy’s menjadi  korban lagi. Maka, kemarin siang, staf di Wendy’s menjadi lega ketika hujan kemudian tinggal rintik rintik saja.

Berikut ini alinea pertama berita di Berita Harian:

“Orang ramai yang bergegas ke tempat kerja terpaksa meredah angin kuat dan hujat lebat pagi semalam namun mereka dapat menarik nafas lega karena hujan lebat yang turun mencurah tidak menyebabkan banjir”   (Catatan: dalam bahasa Melayu, “semalam” artinya  “kemarin”)

Para pemimpin negara ini juga mengatakan bahwa Singapura bukan kota yang bebas banjir, tetapi kota yang dapat dengan cepat mengatasi  banjir.

Mungkin penduduk Jakarta dan Singapura dapat bekerjasama, saling membagi pengalaman. Ada peluang bagi penduduk Jakarta menjadi konsultan penduduk Singapura  tentang  bagaimana  hidup dalam bayang bayang banjir?*

Baca juga  Banjir di Singapura

Filed under: Bahasa Indonesia, , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 89 other followers

%d bloggers like this: