Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Beberapa Saran Kebijakan Ekonomi untuk Pemerintahan SBY-Budiono

Aris Ananta

Terlampir beberapa saran kebijakan untuk pemerintahan SBY-Budiono.  Saya merasakan bahwa tim Pak Budiono juga sudah mengetahui hal ini. Namun, ada baiknya kalau saya juga menuliskan hal di bawah ini, untuk meyakinkan pentingnya pemikiran pemikiran di bawah ini. Juga, untuk bahan dalam memberikan sumbangan pada para pembuat kebijakan dalam pemerintahan Indonesia.

  1. Tinggalkan  growth-oriented models. Pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan utama pembangunan. Jangan menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai target utama pembangunan. Selama ini terdapat asumsi bahwa tanpa pertumbuhan ekonomi yang tinggi, banyak hal, termasuk, mengurangi kemiskinan, tak dapat dilaksanakan. Sesungguhnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukan jaminan pengurangan kemiskinan. Pengurangan kemiskinan dapat terjadi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Tentu saja, kita tetap membutuhkan pertumbuhan ekonomi. Statistik Kemiskinan jauh lebih penting untuk dijadikan target pembangunan, daripada statistik pertumbuhan ekonomi.
  2. Untuk memberi perhatian yang lebih besar pada kemiskinan, statistik kemiskinan perlu dikeluarkan setiap tiga bulan.
  3. Selain kemiskinan secara ekonomi, pemerintah juga perlu memperhatikan kemiskinan non-ekonomi, khususnya kesehatan. Statistik status kesehatan perlu dikeluarkan tiap tiga bulan.
  4. Kesejahteraan masyarakat juga antara lain tercermin dari rasa aman. Salah satu indikator yang relatif mudah didapatkan adalah statistik kematian karena kecelakaan lalu lintas di kota kota besar di Indonesia.  Maka, tiap tiga bulan, pemerintah perlu mengumumkan statistik kematian karena kecelakan lalu lintas di kota besar.
  5. Karena perubahan tidak terjadi dengan cepat, pemerintah dapat mengumumkan kemajuan dalam pendidikan setiap tahun sekali. Statistik sudah ada.
  6. Melihat pentingnya masalah lingkungan, pemerintah perlu membuat target perbaikan lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah bagian dari pembangunan ekonomi.  Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kurang artinya bila penduduknya harus menghirup udara yang kotor dan minum air yang tidak bersih. Statistik mengenai lingkungan hidup perlu dikeluarkan setiap 3 bulan sekali. Misalnya, tingkat polusi udara dan tingkat ketersediaan air bersih.
  7. Setiap tahun sekali pemerintah perlu melaporkan berapa banyak kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan merusak lingkungan tidak akan sustainable. Investor akan meninggalkan Indonesia begitu sumber daya alam kita habis dan lingkungan hidup kita sudah rusak.
  8. Belajar dari krisis global, dan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang amat besar, nomor empat di dunia, Indonesia perlu melepas dari ketergantungan pada export-driven growth model. Ekspor tetap diteruskan, tetapi ekspor jangan dijadikan andalan pembangunan ekonomi kita. LIhatlah ekonomi dalam negeri. Pasar Indonesia amat besar. B anyak negara kini mengincar pasar Indonesia,  mengapa kita sendiri tidak melihat yang kita miliki?
  9. Foreign direct investment (FDI) tetap kita butuhkan. Namun, janganlah  FDI dijadikan primadona pembangunan ekonomi. Negara lain sering mengatakan bahwa mereka ingin membantu kita dengan FDI. Yang sebenarnya terjadi, mereka ingin mendapatkan keuntungan dari kita, bukan untuk membantu kita. Maka, kita harus melihat dengan rasional sebelum menerima FDI. Dilihat untung ruginya, karena mereka juga dilandasi dengan perhitungan untung-rugi, bukan membantu.
  10. Penciptaan iklim usaha yang bagus sebaiknya diarahkan ke mereka yang bergerak di  usaha kecil dan menengah, dan juga pengusaha besar dari Indonesia.
  11. Selama ini kita banyak memikirkan integrasi ekonomi dengan negara lain. Namun, kita sering lupa mengintegrasikan ekonomi dalam negeri kita. Dalam pemerintah yang baru, perhatian pada integrasi ekonomi dalam negeri perlu mendapat perhatian yang jauh lebih besar.  Ini bukan  protectionism. Dengan terintegrasinya perekonomian dalam negeri Indonesia, negara lain pun akan mengenyam keuntungan dalam berinteraksi dengan Indonesia.
  12. Orang berpendapatan rendah biasanya menghadapi angka inflasi yang lebih tinggi daripada mereka yang berpenghasilan lebih tinggi. Maka, target stabilisasi inflasi harus lebih diarahkah ke stabilisasi inflasi di kalangan pendapatan rendah. Data ini dapat dikeluarkan tiap bulan.
  13. Orang berpendapatan rendah biasanya juga kurang insentif untuk menabung, karena suku bunga yang tinggi diberikan kepada penabung dalam jumlah besar.  BI (Bank Indonesia) perlu mengubah kebijakan, memberikan suku bunga yang lebih tinggi kepada peminjam kecil.
  14. Tinggalkan credit-led growth model.  Selama ini terdapat asumsi bahwa credit expansion mendorong growth. Namun, kita sudah harus meninggalkan growth oriented model. Maka, credit expansion belum tentu bagus untuk pembangunan ekonomi kita. Belajar dari krisis global yang kini melanda dunia, kredit yang terlalu banyak  telah dan akan membahayakan perekonomian dan ekonomi keluarga. Menurut peribahasa, ekonomi yang berdasarkan “besar pasak daripada tiang” tidak akan berkelanjutan.
  15. Kurangi atau tiadakan kegiatan ekonomi spekulatif, khususnya di sector keuangan. BI dapat memantau kegiatan spekulatif ini antara lain dengan melihat asset inflation. Maka, BI harus mentargetkan stabilisasi asset inflation, khususnya kenaikan harga property. Statistik asset inflation harus keluar tiap bulan.
  16. Bank kembali pada fungsi aslinya, yaitu intermediary antara saving dan investment. Bank tidak boleh melakukan kegiatan spekulatif di pasar keuangan.
  17. Pemerintah perlu melakukan pendidikan untuk meningkatkan financial literacy. Tiap produk keuangan perlu mendapat label “Produk ini mungkin berbahaya untuk kesehatan keuangan anda”.

Demikian beberapa hal utama yang perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah yang baru.

Singapura, 30 Agustus 2009

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: