Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Ekonomi Gosip: Perlukah?

Aris Ananta

Benar, ini memang ekonomi gosip. Ekonomi yang bergerak, membaik atau memburuk semata karena gosip, yang belum tentu memperlihatkan kenyataan. Lebih lanjut, gosip itu didengar oleh sebagian elite. Sebagian elit itu lalu membuat keputusan dan tindakan berdasar gosip itu.  Karena gosip dapat terjadi dan berubah dengan cepat, tindakan para elit pun dapat terjadi dan berubah dengan cepat.  Itu lah yang sering  terjadi di sektor keuangan.

Dalam ekonomi makro, kita mengenal real sector dan financial sector. Sektor ”nyata” (real) adalah sektor yang berkaitan langsung dengan produksi barang dan jasa. Barang dan jasanya memang ”ada”—nyata (real). Sebaliknya, sektor keuangan adalah pelicin jalannya sektor nyata. Jadi, sektor keuangan bukanlah sektor ”nyata”.   Namun, yang terjadi dalam dua puluh tahun terakhir, sektor keuangan telah melaju dengan luar biasa. Menghasilkan keuntungan yang luar biasa, melebihi kemajuan di sektor ”nyata”. Semua sumber daya, termasuk orang orang yang pandai, tersedot ke sektor finansial, yang sesungguhnya bukan sektor ”nyata”—it is not the real sector.  Sektor keuangan yang semula berfungsi sebagai pelicin atau pelumas, justru menjadi bisnis tersendiri yang melampaui yang hendak dibantu, yaitu sektor ”nyata”.

Akibatnya, seperti mobil yang terlalu banyak oli, mobil pun mogok. Seperti orang yang bekerja keras tak mengenal kantuk karena terus minum kopi, yang akhirnya orang itu pun kelelahan, dan terserang stroke.

Ketika ada berita buruk di Amerika Serikat, para elit di pasar keuangan kuatir bahwa mata uang US dollar akan melemah. Maka, sebelum melemah, mereka menjual US dollar mereka. Karena semua elit sektor keuangan mendengar gosip buruk mengenai Amerika, dan mereka percaya US dollar akan melemah, mereka pun ramai ramai menjual US dollar.  Dan, US dollar pun benar benar melemah. Orang awam ikut ikutan menjual US dollar. US dollar terus menerun sampai suatu ketika ada gosip yang positif mengenai US. Para elit sektor keuangan dengan cepat membeli US dollar yang murah. US dollar menguat. Banyak orang ikut ikutan membeli US dollar. US dollar pun menaik terus.

Itu lah salah satu sebab terjadinya krisis keuangan di dunia sekarang ini. Peran yang amat kuat dari gosip dalam tingkah laku para elit di sektor keuangan. Para elit panik. Mereka menjual surat berharga mereka. Pasar keuangan rontok.  Karena dunia sudah makin bersambungan, terutama di sektor keuangan, kerontokan pasar finansial di satu daerah di dunia, apalagi di US, terus menjalar ke seluruh dunia. Krisis finansial melanda dunia, bagaikan virus yang semula hanya menjangkiti elit sektor keuangan tetapi kemudian menular ke banyak orang. Bahkan, selanjutnya, krisis di sektor keuangan menyebabkan krisis di sektor ”nyata’, di sektor produksi. From financial crisis to economic crisis.

Sekarang, mulai muncul tanda tanda recovery. Mulai ada bisik bisik, atau gosip, bahwa kepercayaan orang pada sektor keuangan membaik. Harga surat berharga meningkat. Namun, sampai saat ini, peningkatan itu belum berlangsung lama. Harga dapat turun lagi. Semuanya tergantung berita berita yang terdengar.

Kalau pun sektor finansial membaik, apakah segera diikuti oleh recovery di sektor nyata? Kalau hal itu terjadi, tanpa perubahan dalam world financial architecture, tidakkah akan terjadi krisis finansial dunia yang lebih hebat?

Apakah kita akan terus menerus tergantung pada ekonomi gosip? Akankah kita membiarkan gosip menentukan kondisi sektor keuangan, yang pada gilirannya mempengaruhi sektor nyata.

Mungkin perlu dipikirkan cara mengurangi keberadaan ekonomi gosip.  Untuk para ekonom di balik tiap pasangan Capres-Cawapres 2009: program apa yang anda tawarkan untuk mengurangi atau menghilangkan dampak gosip pada sektor keuangan, dan kemudian sektor nyata?

Untuk para dosen ekonomi, mungkin kita perlu memikirkan untuk memberi  porsi yang lebih besar pada topik ekonomi gosip ini dalam kuliah ekonomi makro kita.

28 Mei 2009

Filed under: Bahasa Indonesia, Uncategorized, , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: