Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

IN MEMORIAM: WIDJOJO NITISASTRO

11  Maret 2012

Pengunjung Mletiko,

Pak Widjojo Nitisastro, seorang ekonom-demografer yang telah mengubah paradigma pembangunan Indonesia di tahun 60-an, telah mendahului kita. Wafat pada tanggal 9 Maret 2011 yang lalu, pada usia 84 tahun.

Terlampir sedikit tulisan saya mengenai beliau dan pemikiran beliau di  InMemorianWidjojoNitisastro

Semoga bermanfaat.

Salam,

Aris Ananta

Tulisan terkait:

Widjojo Nitisastro: Perombak Paradigma Pembangunan

Widjojo Nitisastro and Changes to Development Paradigm

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, Uncategorized, , , , , , , ,

Population Dynamics and Climate Change: Indonesia as an Illustration

Aris  Ananta

6 March 2012

Dear readers,

Some friends asked me “What are the contribution of demographic analysis on mitigating and adapting to climate change?’

Not many people write on this topic. Attached is my initial response to the question.

Read Population Dynamics and Climate Change. Revised, 4 April 2012. Comments are warmly welcome to improve the ideas and paper.

Though this is an  unedited paper, please feel free to cite it you are interested.

Thank you very much.

Best regards,

Aris

Filed under: Demography, English, Uncategorized, , , , , , , , , ,

Kurangi Konsumsi Beras untuk Mengekspor Beras?

29 Februari 2012

Pengunjung Mletiko yang budiman,

 

Pemerintah mencanangkan target pencapaian surplus 10 juta ton beras di tahun 2014. Salah satu kebijakan untuk mencapai target ini adalah dengan diversifikasi konsumsi pangan. Khususnya, orang Indonesia harus  dapat mengurangi konsumsi beras.

 

Pagi ini saya mendengar pemerintah berpendapat bahwa pengurangan  konsumsi beras akan menurunkan harga beras. Pemerintah kemudian berargumentasi bahwa akan terjadi surplus beras dengan harga murah. Kemudian, beras dapat diekspor.

 

Saya bingung,  ketahanan pangan dalam hal beras bertujuan untuk ekspor beras?

 

Mungkin ada sumbangan pemikiran dari pengunjung Mletiko.

 

Salam,

 

Aris

Filed under: Uncategorized

ORANG INDONESIA MAKIN KAYA?

Aris  Ananta

Indonesia Finance Today, 16 Februari 2012

Memang, ada orang Indonesia yang lebih kaya, tetapi juga ada yang lebih miskin. Masalah penyebaran kekayaan menjadi penting untuk melihat siapa yang kaya dan tambah kaya, siapa yang miskin dan tambah miskin, dan juga siapa yang pendapatannya tidak berubah.

Selain itu, bagaimana mengukur “kaya”? Kita dapat berdebat mengenai begitu banyaknya pengukuran kekayaan. Namun, di tulisan ini, kita batasi saja pada ukuran yang biasa dipakai Pemerintah Indonesia, yaitu kekayaan yang diukur dengan uang. Di tulisan ini, kita juga lupakan masalah ketimpangan dalam kekayaan penduduk Indonesia.

Maka, pertanyaannya, kalau pun kita hanya memfokuskan pada uang sebagai pengukuran kekayaan dan mengabaikan masalah ketimpangan pendapatan, benarkah penduduk Indonesia tambah kaya? Dari statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jawabnya “ya”, rata-rata pendapatan penduduk Indonesia telah meningkat dari US$ 3.010,1 pada 2010 menjadi US$ 3.542,9 pada 2011. Kenaikan sebesar 17,70%! Bahkan, kadang-kadang angka ini telah dibulatkan menjadi 18,0%. Read the rest of this entry »

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, statistics, Uncategorized, , , , , , ,

Mengurangi Impor Frozen Meat

Aris Ananta

4 Januari 2012

 Hari ini saya  membaca di the Jakarta Post  bahwa pemerintah akan mengurangi impor frozen meat  sebanyak 34.000 ton di tahun 2012. Kalau mungkin, pengurangannya lebih banyak lagi.  Bahkan, menurut berita ini, pemerintah akan tidak mengimpor frozen meat lagi, kalau persediaan lokal telah memenuhi.

 

Kebijakan ini sesungguhnya kebijakan yang menekankan pada sisi  supply. Kita pun dapat mengatasi kekuarangan supply, dengan menaikkan harga frozen meat. Dengan harga yang lebih tinggi, minat masyarakat pun akan berkurang, kebutuhan impor frozen meat akan berkurang.  Kalau harga frozen meat dibiarkan tinggi, sementara itu kita mendorong produksi buah dan sayur segar dari dalam negeri, maka masyarakat akan terdorong untuk mengurangi konsumsi daging dan menambah konsumsi buah dan sayur segar.

 

Oleh sebab itu, salah satu cara mengurangi impor frozen meat adalah mendorong konsumsi dan produksi buah dan sayur lokal. Kita  menjadi lebih sehat, mengurangi pembunuhan terhadap binatang, dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.  (*)

Filed under: Bahasa Indonesia, economy, Uncategorized, , , , , , , ,

BATU BARA UNTUK SIAPA?

Aris  Ananta

 

Untuk Mletiko, 10 September 2011

 

Pemerintah, melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tanggal 25 Agustus 2011 membuat keputusan untuk meningkatkan jatah produksi batubara bagi pasar domestik. Jatah ini naik dari  78,97 juta ton di tahun 2011 menjadi 82.,7 juta ton di tahun 2012, yang diperkirakan sebesar kira kira 25.0 persen dari seluruh produksi batu baru di Indonesian di tahun 2012.

Perusahaan pertambangan batu bara tampak tidak senang dengan keputusan ini. Mereka berebut untuk dapat mengekspor sebanyak banyaknya. Mereka ingin menikmati harga dunia yang jauh lebih mahal daripada harga dalam negeri.

Di sisi konsumen dalam negeri, suplai dalam negeri yang lebih besar berarti harga batubara yang lebih rendah.  Biaya produksi dalam negeri yang lebih murah. Konsumen juga menikmati barang yang lebih murah. Inflasi turun. Maka, dari sisi penggunaan batu bara di dalam negeri, kuota yang jauh lebih besar akan menguntungkan mereka, dan menurunkan inflasi di Indonesia.

Mana yang lebih penting, inflasi yang lebih rendah atau ekspor batubara yang meningkat?

Lagipula, kalau batubara terus diekspor dan kemudian habis, bagiamana dengan kebutuhan dalam negeri di masa depan? (*)

Filed under: Uncategorized

DEBAT KEPENDUDUKAN DI INDONESIA MASA KINI

Aris  Ananta

MLETIKO, 17 Juli 2011

Dua tahun terakhir, 2010 dan 2011, beberapa teman makin rajin “menakut-nakuti” masyarakat , pejabat, dan wakil rakyat Indonesia mengenai bahaya peledakan kependudukan di Indonesia. Mereka mengatakan bahwa penduduk Indonesia amat mungkin meledak. Untuk menghindarkan peledakan penduduk itu, program Keluarga Berencana (KB) perlu digalakkan. Selama era reformasi, perhatian pada program KB sangat berkurang. Itu sebabnya, begitu kata teman teman  tersebut, jumlah penduduk Indonesia akan meledak, dan peledakan ini akan membahayakan pembangunan di Indonesia.

Namun, saya melihat bahwa masalah kependudukan di Indonesia saat ini sudah amat berbeda dengan masalah kependudukan di tahun 60-an, 70-an, atau 80-an. Di jaman itu, isu “peledakan penduduk” memang sangat relevan. Sekarang, isu itu sudah tidak relevan lagi. Kini, jumlah penduduk yang  besar justru merupakan modal pembangunan. Lihat China dan India yang jumlah penduduknya amat banyak. Sekarang mereka menjadi kekuatan ekonomi dunia yang ditakuti banyak orang di dunia.

Program KB memang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah di era reformasi. Kita perlu menggalakkan program KB lagi. Tetapi, tujuannya bukan lagi menurunkan angka kelahiran.  Angka kelahiran kita sudah rendah. Mau serendah apa? Kalau terus menurun, kita akan mengalami masalah kekurangan tenaga kerja seperti yang sudah dialami banyak negara seperti Jepang  dan Singapura.

Saya telah menulis mengenai dua hal ini di media massa. Berikut ini rangkuman dari beberapa tulisan tersebut. Secara umum, permasalahan dapat dibagi menjadi tiga hal utama: teori pembangunan,  pemahaman statistik kependudukan, dan penggalakan program KB.  Selain itu, saya sajikan pula apa yang menjadi isu kependudukan Indonesia masa kini, yaitu masalah peningkatan mobilitas penduduk, penuaan penduduk, dan pengeroposan penduduk. Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized



This site contains the writings of Aris Ananta & Evi Nurvidya Arifin. Click here to find out more about them.

We are researchers in the field of demography, social and economic statistics, and economics, focusing on Indonesia and Southeast Asia. Click here to find out more about our publications.

Our research interest is the intersection of:

Categories

Archives

Visitors

  • 44,882

Authors

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 37 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers