Aris Ananta
MLETIKO, 17 Juli 2011
Dua tahun terakhir, 2010 dan 2011, beberapa teman makin rajin “menakut-nakuti” masyarakat , pejabat, dan wakil rakyat Indonesia mengenai bahaya peledakan kependudukan di Indonesia. Mereka mengatakan bahwa penduduk Indonesia amat mungkin meledak. Untuk menghindarkan peledakan penduduk itu, program Keluarga Berencana (KB) perlu digalakkan. Selama era reformasi, perhatian pada program KB sangat berkurang. Itu sebabnya, begitu kata teman teman tersebut, jumlah penduduk Indonesia akan meledak, dan peledakan ini akan membahayakan pembangunan di Indonesia.
Namun, saya melihat bahwa masalah kependudukan di Indonesia saat ini sudah amat berbeda dengan masalah kependudukan di tahun 60-an, 70-an, atau 80-an. Di jaman itu, isu “peledakan penduduk” memang sangat relevan. Sekarang, isu itu sudah tidak relevan lagi. Kini, jumlah penduduk yang besar justru merupakan modal pembangunan. Lihat China dan India yang jumlah penduduknya amat banyak. Sekarang mereka menjadi kekuatan ekonomi dunia yang ditakuti banyak orang di dunia.
Program KB memang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah di era reformasi. Kita perlu menggalakkan program KB lagi. Tetapi, tujuannya bukan lagi menurunkan angka kelahiran. Angka kelahiran kita sudah rendah. Mau serendah apa? Kalau terus menurun, kita akan mengalami masalah kekurangan tenaga kerja seperti yang sudah dialami banyak negara seperti Jepang dan Singapura.
Saya telah menulis mengenai dua hal ini di media massa. Berikut ini rangkuman dari beberapa tulisan tersebut. Secara umum, permasalahan dapat dibagi menjadi tiga hal utama: teori pembangunan, pemahaman statistik kependudukan, dan penggalakan program KB. Selain itu, saya sajikan pula apa yang menjadi isu kependudukan Indonesia masa kini, yaitu masalah peningkatan mobilitas penduduk, penuaan penduduk, dan pengeroposan penduduk. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
Recent Comments