Evi Nurvidya Arifin
15 Agustus 2010
Pagi itu, 10 Agustus 2010, menjelang pergi ke kantor. Hari itu juga hari sebelum bulan puasa dimulai, 11 Agustus 2010. Malam itu mulai shalat tarawih, shalat khusus selama bulan Ramadhan.
“Kok, seperti bau sesuatu terbakar”, ujar anakku.
“Periksa..periksa!”
Saat itu, kami di rumah bertiga, dengan suami dan seorang anak. Kami bertiga kemudian buru-buru pergi ke segala penjuru rumah untuk memeriksa, jangan jangan ada barang yang terbakar. Untungnya, semuanya baik baik, aman, saja.
Pergilah kami ke kantor. Sepanjang perjalanan ke kantor kami tidak banyak memperhatikan keadaan sekitar. Namun, senja itu, ketika kami pulang dari belanja, menyambut Ramadhan, kami bertemu dengan seorang tetangga yang tinggal di lantai lima, persis di atas apartemen kami. Tetangga tersebut, seorang perempuan Cina, sedang di halaman apartemen, di lantai dasar, sedang membakar kertas-kertas.

Read the rest of this entry »
Filed under: Bahasa Indonesia, Ethnicity, Adat, Cina, Hantu, Hungry Ghost, Neraka, Singapura
Recent Comments