Jurnal Nasional, 14 Desember 2011
Pembangunan perekonomian Indonesia semesti lebih menitik beratkan keberpihakan kepada masyarakat miskin. Kesimpulan ini dirangkum dalam konferensi pers Indikator Ekonomi Baru yang berlangsung di Universitas Indonesia.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Aris Ananta menilai paradigma ekonomi di Indonesia cenderung menguntungkan pemodal dan tidak memihak masyarakat miskin. “Tujuan pembangunan Indonesia adalah membangun manusia yang sejahtera. Tetapi yang terjadi sekarang malah sebaliknya,” ucapnya dalam konferensi pers Indikator Ekonomi Baru di Depok, Selasa (13/12).
Menurut dia, dalam paradigma ekonomi sekarang ini, pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai tujuan pembangunan. Padahal indikator pertumbuhan ekonomi hanya satu alat untuk mencapai pembangunan manusia yang sejahtera.
Baca selengkapnya Paradigma Ekonomi Cenderung Untungkan Pemodal
Filed under: Bahasa Indonesia, economy, poverty, statistics, kemiskinan, korupsi, lingkungan, paradigma, pembangunan ekonomi













