Bisnis Indonesia, 13 Desember 2011
DEPOK: Publik di Indonesia harus mempelopori revolusi paradigma pembangunan di dunia, dengan tidak lagi menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan, melainkan alat untuk menciptakan tata kelola yang baik, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Hal tersebut diungkapkan Senior Research Fellow Institute of Southeast Studies Singapore Aris Ananta dalam diskusi ekonomi yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, hari ini.
“Saya harap Indonesia berani mengubah paradigma pembangunan ekonomi. Bukan revolusi turun ke jalan, lewat facebook atau twitter, tapi revolusi pemikiran,” ujar Aris.
Dia mengkritik pola pengajaran ilmu ekonomi di seluruh dunia yang selalu menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan suatu negara. Sementara itu asumsi lainnya, seperti kemiskinan, pengangguran, good governance, dan kelestarian lingkungan hanya dijadikan bagian dari pada pembentukan PDB.
Baca selengkapnya Indonesia Harus Berani Ubah Paradigma Pertumbuhan
Filed under: Bahasa Indonesia, economy, poverty, statistics, Ekonomi, good governance, kemiskinan, kesejahteraan, Keuangan, krisis, lingkungan, paradigma, perbankan, Pertumbuhan, spekulasi, statistik, ui














Berani menyuarakan dan menggerakkan kaum intelektual yg lain merupakan suatu revolusi pemikiran yg luar biasa. Bravo P Aris