Mletiko!

Icon

Percikan pikiran seorang ekonom.

Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Menurun

Evi Nurvidya Arifin

Indonesia Finance Today, 13 Juli 2011

Tanggal 11 Juli dinyatakan sebagai Hari Kependudukan di dunia, termasuk Indonesia. Kita kemudian mendengar lagi kerisauan akan terjadinya ledakan penduduk di Indonesia, bahwa jumlah penduduk Indonesia telah meningkat dengan makin cepat. Kerisauan ini sesungguhnya berpangkal pada kesalahan memahami data statistik kependudukan.

Sebenarnya, laju pertumbuhan penduduk Indonesia terus menurun, bahkan dikhawatirkan pada 2030 Indonesia telah mengalami kekurangan penduduk usia muda. Bahkan kemungkinan setelah 2030 akan makin banyak orang asing yang masuk dan bekerja di Indonesia.

Jika melihat Tabel 1 yang membandingkan hasil Sensus Penduduk 2000 dan 2010, terlihat bahwa laju pertumbuhan tahunan di periode 2000-2010 sebesar 1,41%, hampir sama dengan laju pertumbuhan di periode 1990-2000 sebesar 1,40%. Paling tidak, dari tabel ini tampak laju pertumbuhan jumlah penduduk di periode 2000-2010 sama dengan di periode 1990-2000, bahkan mungkin naik, walau amat sedikit.

Dari sinilah muncul berbagai kerisauan bahwa ancaman ledakan jumlah penduduk muncul kembali, seperti terjadi pada periode 1960-an dan 1970-an.


Namun, kita harus berhati-hati dalam membaca statistik ini. Kita perlu mengkaji ulang statistik yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik, khususnya yang berkaitan dengan hasil Sensus Penduduk 2000. Sensus 2000 telah banyak diakui mengalami under-coverage yang disebabkan oleh banyak hal.

Beberapa provinsi seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara dan Papua saat Sensus 2000 dilakukan sedang mengalami rawan konflik dan kerusuhan sehingga pencacahan tidak dapat dilaksanakan secara menyeluruh. Di antara provinsi-provinsi tersebut, yang cakupannya paling parah adalah Aceh. Di Aceh, Badan Pusat Statistik hanya bisa mencacah sebanyak 48,47% penduduk.
Jangan heran apabila Sensus 2000 Kabupaten Pidie tidak tampak dipublikasikan karena Kabupaten Pidie sama sekali tidak bisa dikunjungi petugas sensus karena rawannya situasi terkait adanya Gerakan Aceh Merdeka. Di Papua, hanya 90% penduduk yang berhasil diwawancara.

Pada pelaksanaan Sensus 2010, Indonesia baru saja memasuki proses demokrasi. Banyak penduduk merasa berhak menolak untuk diwawancarai. Selain itu, banyak penduduk yang tidak dapat ditemui pada saat pelaksanaan sensus. Keadaan ini terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, seperti diperlihatkan Badan Pusat Statistik di tiap-tiap buku provinsi publikasi hasil Sensus Penduduk 2010. Mereka yang tidak mau merespons petugas sensus jumlahnya cukup banyak, yaitu 2,28 juta jiwa.
Dengan demikian, jumlah penduduk yang tidak bisa diakses petugas ataupun yang menolak diwawancara jumlahnya sangat besar, yakni 4,60 juta jiwa. Dalam kenyataannya, jumlah ini mungkin saja bisa melebihi 5 juta jiwa.
Kesimpulannya, penduduk Indonesia tahun 2000 under-coverage. Jadi, kalau tidak ada under-coverage, berapakah jumlah penduduk Indonesia di tahun 2000?
Revisi Perhitungan
Pada 1995 Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia membuat proyeksi penduduk hingga 2025. Hasil proyeksi terpilih untuk 2010 mirip dengan hasil sensus 2010. Proyeksi ini menghasilkan angka 235,1 juta jiwa untuk 2010. Artinya, hasil  sensus 2010 hanya 1,1% di atas proyeksi. Dengan demikian, proyeksi ini termasuk “mirip kenyataan”.
Selanjutnya, proyeksi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada 2000 sebanyak 209,5 juta jiwa, bukan 206,3 juta jiwa seperti dilaporkan oleh sensus 2000. Karena hasil sensus 2010 memberikan angka 1,1% di atas proyeksi, maka proyeksi pada 2000 pun perlu dinaikkan.
Untuk menghitung laju pertumbuhan penduduk 2000-2010, penulis menggunakan dua skenario jumlah penduduk pada 2000. Skenario pertama memakai angka 209,5 juta pada 2000 seperti yang diproyeksikan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Skenario kedua menaikkan jumlah penduduk pada 2000 hasil proyeksi Lembaga Demografi sebesar 1,0%, menjadi 211,60 juta jiwa pada 2000.
Perlu disebutkan bahwa angka 211,6 juta jiwa pada 2000 masih lebih rendah dibanding 213,4 juta jiwa yang dihitung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam publikasi terbarunya, World Population Prospects: The 2010 Revision (http://esa.un.org/unpd/wpp/index.htm), yang tercatat pada 11 Juli 2011.

Dua Skenario
Skenario pertama menunjukkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada 2000-2010 sebesar 1,26%, sedangkan skenario kedua membuktikan laju pertumbuhan penduduk untuk periode tersebut sebesar 1,16%. Dengan kata lain, laju pertumbuhan penduduk Indonesia 2000-2010 sebenarnya jauh lebih rendah dari yang dipercayai banyak orang, yang di atas 1,40%.
Dengan mempercayai bahwa jumlah penduduk Indonesia pada 1990 sebanyak 179,4 juta jiwa, dan jumlah penduduk pada 2000 sebanyak 209,5 juta jiwa (skenario pertama), maka laju pertumbuhan penduduk 1990-2000 menjadi, 1,55%. Laju pertumbuhan ini menurun dari 1,96% di periode 1980-1990, tetapi tidak sedrastis jumlah penduduk yang dilaporkan Sensus 2000. Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk 2000-2010 per tahun turun menjadi 1,26%.

Artinya, laju pertumbuhan penduduk Indonesia telah menurun terus, baik mengikuti skenario pertama maupun skenario kedua (lihat Gambar 1).

Lebih lanjut, perhitungan tadi  memberikan rata-rata laju pertumbuhan selama 10 tahun di periode 2000-2010. Oleh karena itu, di akhir periode, yaitu 2009-2010, laju pertumbuhan penduduk akan jauh lebih rendah dari nilai rata-ratanya. Dengan skenario pertama, laju pertumbuhan bisa telah turun hingga 1,1% di periode 2009-2010.  Sedangkan dengan skenario kedua, laju pertumbuhan bahkan mungkin turun lebih rendah dari 1,0%.

Seandainya angka kelahiran terus menurun di masa-masa mendatang, tanpa disertai migrasi masuk dari luar negeri, maka laju pertumbuhan penduduk Indonesia akan terus menurun, mencapai jauh di bawah 1,0%. Hal ini bukan tidak mungkin. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1995 memproyeksikan bahwa pada 2020-2025 penduduk Indonesia hanya akan tumbuh dengan rata-rata 0,56% per tahun.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa tidak benar telah terjadi kestabilan, atau bahkan kenaikan dalam laju pertumbuhan jumlah penduduk. Yang benar dan sedang terjadi adalah laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia terus menurun sejak tahun 1970-an. (*)

Tulisan terkait:

* Menurunkan angka kelahiran?

* The Increase in mobility

* Indonesia’s Population Explosion: no longer an issue

About these ads

Filed under: Bahasa Indonesia, Demography, economy, statistics

2 Responses

  1. smilehasan says:

    ibu, kenapa gambar tabelnya ndak keluar ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Our Books

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 72 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers

%d bloggers like this: